Senin, 23 Juli 2018 14:05

Asisten II Kota Cimahi Hengkang ke Kota Bandung Bikin Tambah 'Ompong'

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Saat Menghadiri acara BNN Kota Cimahi di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Raya Baros, Senin (23/7/2018).
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Saat Menghadiri acara BNN Kota Cimahi di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Raya Baros, Senin (23/7/2018). [limawaktu]

Limawaktu.id, - Terpilihnya Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bachtiar menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung tentunya akan menambah kekosongan posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

Seperti diketahui, sejak perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) awal tahun 2016, ada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daera (SKPD) yang belum memiliki kepala dinas. Di antaranya Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora).

Baca Juga : Masuk Tiga Besar Sekda era Ridwan Kamil, ini Alasan Asisten II Kota Cimahi akan Hengkang dari Cimahi

Kemudian Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) serta Inspektorat. Dua SKPD kini sudah terisi melalui proses open bidding. Sedangkan empat SKPD lainnya hingga kini belum memiliki kepala definitif dan masih diisi Pelaksana Tugas (Plt).

Kekosongan kepala SKPD kini semakin bertambah. Sebab, sejumlah kepala SKPD memasuki usia pensiun. Seperti Kepala Dinas Perhubungan Ison Suhud dan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan (Bappenda) Kota Cimahi, Bambang Maulana.

Sekarang, diumumkannya Benny Bachtiar menjadi Sekda Kota Bandung oleh Wali Kota Ridwan Kamil semakin menambah 'ompong' Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

Menanggapi permasalahan tersebut, Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, kebijakan tentang pengisian posisi kepala SKPD merupakan kewenangan dari Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna. Ia sendiri hanya bisa menyarankan.

"Untuk mengisi kekosongan ini nanti kewenangan dari Pak Wali Kota, saya hanya menyarankan," tegasnya saat ditemui di Technopark Cimahi, Jln. Raya Baros, Senin (23/7/2018).

Perihal hengkanya Benny Bachtiar ke Kota Bandung, menurutnya itu merupakan kehilangan besar bagi Kota Cimahi. Sebab, kata Ngatiyana, Benny merupakan sosok yang potensial.

Tapi, kata dia, secara pribadi dan lembaga, pihaknya tidak akan menghambat karir seseorang untuk mengabdikan diri di tempat lain. Terlebih lagi, jabatan yang didapat Benny adalah menjadi Sekda di kota metropolitan.

"Oleh sebab itu, saya mengapresiasi keberhasilan Pak Benny Bachtiar. Saya ini tidak pernah menghambat, selama karirnya untuk masa depan pribadi maupun instansi," ujarnya.

Dikatakannya, keberhasilan Benny menjadi Sekda Kota Bandung bisa menjadi motivasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya di Kota Cimahi untuk meningkatan kinerja, dengan tujuan untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Kota Cimahi.

Sebelumnya, Benny menyatakan, saat ini tetap akan fokus dulu menjalankan tugasnya sebagai Asisten II Kota Cimahi hingga nanti benar-benar dilantik menjadi Sekda Kota Bandung.

"Saya tetap menjalankan tugas di Cimahi sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara)," katanya.

Benny bertugas sebagai abdi negara di Kota Cimahi sejak tahun November 2001. Dia menegaskan, masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang mesti ia tuntaskan, sebelum benar-benar dipilih dan dilantik menjadi Sekda Kota Bandung.

"Tugas-tugas saya masih banyak yang perlu diselesaikan di Cimahi. Saya akan tetap menyelesaikan pekerjaan pekerjaan saya," tegasnya.

Dijelaskannya, yang menjadi PR besar baginya saat ini adalah acara Baros International Animation Festival (BIAF) dan Hari Teknologi Nasional (Harkitnas) di Riau. Terlebih lagi, kata dia, Cimahi sudah kental dengan industri kreatifnya.

"Dua PR besarnya itu," ucapnya.

Jika sudah dilantik, kata Benny, ia akan membawa pengalaman positif yang didapatnya selama mengabdi di Kota Cimahi.

"Akan saya coba implementasikan di Kota Bandung," tandasnya.

Baca Lainnya