Senin, 16 April 2018 18:55

Apel Khusus untuk Bupati nonaktif Bandung Barat, Abubakar

Reporter : Fery Bangkit 
Apel dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Yayat T Soemitra.
Apel dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Yayat T Soemitra. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Suasana berbeda terlihat saat pelaksanaan apel di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pada Senin (16/4//2018).

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak menundukan kepala sejenak pertanda mengheningkan cipta. Tujuannya, untuk mendoakan kesehatan untuk bupati Bandung Barat nonaktif yang tengah tersandung kasus hukum di KPK.

Apel dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Yayat T Soemitra. Dalam kesempatan tersebut, Yayat mengajak semua ASN di lingkungan Pemkab Bandung Barat prihatin atas kondisi yang saat ini terjadi.

Namun, kata dia momentum ini juga harus menjadi tonggak untuk bekerja lebih semangat lagi terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Sesuai UU tugas birokrasi adalah melayani publik, karena itu keprihatinan ini jangan berlarut-larut," ucapnya seusai apel.

Yayat pun meneladani kisah perjalanan Rosulluloh dalam Isra Miraj yang diawali dengan kesedihan. Mengambil semangat itu, dirinya yakin dibalik semua ini Allah akan memberikan sesuatu terutama keberhasilan dalam pembangunan di Bandung Barat. Waktu tiga bulan yang dimilikinya memimpin Kbb sebelum masa jabatannya selesai pada 17 Juli 2018 akan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Semuanya tidak ada yang mustahil kalau kita mau. Terutama memperbaiki hal yang masih tertunda, belum sempurna, tapi syaratnya harus kerja keras," tegasnya.

Seusai apel ini, dirinya langsung berkoordinasi dengan seluruh SKPD untuk membicarakan soal teknis pengisian tiga jabatan yang kosong, yakni Kepala Disperindag, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Termasuk juga untuk jabatan sekda yang saat ini masih plt.

"Untuk Sekda definitif pilihannya harus di-open biddingkan, sementara untuk tiga jabatan kepala SKPD bisa dijabat oleh Plt," jelasnya.

Baca Lainnya