Kamis, 17 Januari 2019 10:45

Apel dan Baju Korpri Pamungkas Bagi Dua ASN Indisipliner di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
 Pelaksanaan apel rutin di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Kamis (17/1/2019).
Pelaksanaan apel rutin di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Kamis (17/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Pelaksanaan apel rutin di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Kamis (17/1/2019) diwarnai pemberian sanksi berat terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tercatat, ada lima ASN di lingkungan Pemkot Cimahi yang diberikan sanksi berat. Dua diberhentikan dengan hormat tidak ada permintaan sendiri dan tiga lagi diberikan sanksi berupa penurunan pangkat lebih rendah.

Baca Juga : Pembebasan Lahan Gagal, Silpa 2018 di Cimahi Capai Rp 156 M

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna menyayangkan tindakan indisipliner yang dilakukan lima ASN. Tapi, pihaknya harus tetap mengikuti aturan, dimana bila ada ASN yang melanggar disiplin akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

"Menyayangkan, tapi itu pilihan. Di sisi lain, masyarakat begitu ingin jadi ASN tapi yang sudah jadi kok menyia-nyiakan," kata Ajay usai pelaksanaan apel.

Baca Juga : Ajay Lantik 6 Pejabat Pemkot Cimahi, Berikut Daftarnya!

Dua ASN yang dipecat berada di lingkungan Dinas Pendidikan, yakni bertugas sebagai guru. Alasan diberhentikan dengan hormat lantaran keduanya mangkir bekerja lebih dari 60 hari. Sesuai aturan, jika melebih maka akan langsung dipecat.

"Ada disiplin berat sehingga diberhentikan karena berturut-turut selama 81 hari dan 60 hari ga masuk. Alasannya enggak jelas, apakah dia punya usaha di luar, atau masalah apa," kata Ajay usai pelaksanaan apel.

Baca Juga : Tata Wikanta jadi Pj Sekda Ketiga Era Wali Kota Ajay

Sedangkan tiga ASN lagi bekerja pada Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi. Setelah diberikan sanksi berupa penurunan pangkat, kata Ajay, ketiganya berjanji tak akan melakukan tindakan indisipliner lagi.

"Ada kewajiban membina akhirnya yang bersangkutan berjanji tidak mengulangi," ujarnya.

Pemberian sanksi terhadap lima ASN kali ini tentunya menjadi peringatan bagi ASN lainnya agar tak melakukan hal serupa. Ajay menegaskan akan bersikap tegas terhadap pelanggaran indisipliner ASN.

"Coba dibina lagi, kalau diulang maka tidak ada toleransi," tegasnya.

Ajay menilai, tingkat kesadaran ASN mesti ditingkatkan lagi. Dirinya meminta, meski memiliki pekerjaan lain di luar abdi negara atau memiliki masalah pribadi, namun tetap memprioritaskan tugasnya sebagai ASN.

"Saya udah sering bilang kalau pilihan jadi ASN jangan meniru gaya hidup pengusaha. Kenaikan tunjangan jangan sebanding dengan kenaikan gaya hidup, (kalau berpikir begitu) ya tetap bakal kurang," pungkasnya.

Baca Lainnya