Senin, 8 Januari 2018 16:20

APBD Kota Cimahi Terserap 77%, SILPA Anggaran 2017 Capai Rp 337 M

Reporter : Fery Bangkit 
Kepala BPKAD Kota Cimahi Hella Haerani.
Kepala BPKAD Kota Cimahi Hella Haerani. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi mencatat, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kota Cimahi hingga 31 Desember 2017 tercatat sebesar Rp 337 miliar lebih. Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2017 yang terserap mencapai 77%.

Kepala BPKAD Kota Cimahi Hella Haerani mengatakan, SILPA anggaran tersebut masih bisa berubah. Pasalnya, sampai saat ini, masih ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menyampaikian Buku Kas Umum (BKU).

"SILPA masih bergerak. Laporannya belum final," kata Hella saat ditemui di Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (8/1/2018).

Ditegaskannya, semua SKPD harus menyampaikan laporannya sampai akhir bulan ini. Kalau tidak segera menyerahkan BKU, maka Uang Persediaan (UP) tidak bisa dicairkan.

Untuk itu, imbuh Hella, ia meminta semua SKPD agar sesegera mungkin menyampaikan BKU tahun anggaran 2017. "Mudah-mudahan minggu-minggu ini (laporannya selesai). Kita tidak bisa mengeluarkan UP kalau SKPD belum menyelesaikan BKU," ujarnya.

Hella menjelaskan, sebenarnya SILPA sebesar Rp 337 miliar dikarenakan pengadaan lahan yang belum terealisasi. Di antaranya pengadaan tahan di Cimenteng Cimahi Utara dan tanah untuk pembuatan embung di Leuwigajah, Cimahi Selatan.

"Cimenteng itu untuk RTH (ruang terbuka hijau) dan di Leuwigajah untuk embung 12 KK (kepala keluaga) di Leuwigajah," terangnya. (kit)