Rabu, 13 Juni 2018 16:29

Antisipasi Serbuan Penduduk, Pemkot Cimahi Bentuk Tim Pengawas

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Usai lebaran, biasanya arus urbanisasi menjadi hal yang terjadi. kota Cimahi menjadi salah satu daerah yang jadi tujuan penduduk pendatang.

Untuk mengantisipasi serbuan pendatang, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menghimbau pendatang agar tak sembarangan ke Cimahi bila belum memiliki pekerjaan pasti.

Baca Juga : Solihin: Jika Dikelola Baik, Urbanisasi Bisa Jadi Modal Pembangunan

"Iya saya himbau, yang mudik jangan bawa sodara ke Cimahi kalau belum pasti kerja dan punya keahlian," imbuh Ajay, Rabu (13/6/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, M Suryadi mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim untuk memantau dan mendata arus penduduk usai lebaran nanti.

Dikatakannya, tim tersebut terdiri dari unsur RT/RW, pihak kelurahan serta kecamatan. "Kita tetap antisipasi. Sudah ada tim untuk memantau," ujar Suryadi.

Ditegaskannya, bagi orang yang belum pasti bekerja dan belum memiliki keahlian, untuk tidak pindah ke Cimahi. Pasalnya, selain akan menambah jumlah penduduk, akan menambah jumlah pengangguran juga.

Namun menurut Suryadi, Kota Cimahi sekarang ini bukan lagi primadona bagi penduduk untuk datang ke Cimahi. Sebab, kesempatan kerja di Cimahi saat ini tergolong menyempit.

"Prediksi saya tidak akan melonjak (penduduk yang datang)," ucapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya sama sekali tak bisa melarang warga daerah lain untuk pindah ke Cimahi.

Suryadi mengungkapkan, berkaca dari lebaran tahun lalu, kebanyakan warga yang datang ke Kota Cimahi itu tidak menyertakan surat pindah.

"Prosedur orang ke sini, dia pindah harus ngurus surat pindah. Kalau gak, harus bikin Kipem," jelasnya.

Namun, Kipem hanya akan berlaku satu tahun. Setelah itu, warga bersangkutan wajib mengurus surat pindah. Kalau tidak, disarankan untuk kembali ke daerahnya masing-masing.

Baca Lainnya