Selasa, 26 Juni 2018 19:48

Antisipasi Serangan 'Fajar' H-1 Pencoblosan, Panwaslu Kota Cimahi akan Patroli Malam

Reporter : Fery Bangkit 
Pilkada Provinsi Jawa Barat 2018.
Pilkada Provinsi Jawa Barat 2018. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi akan melakukan Patroli Malam jelang hari pemungutan suara Pilgub Jawa Barat 2018 pada Rabu (27/6/2018).

Bersamaan dengan patroli, Panwaslu Kota Cimahi juga akan memperketat pemantauan untuk mengawasi 'serangan fajar' seperti tindakan money politic (politik uang) H-1 jelang pencoblosan.

Ketua Panwaslu Kota Cimahi, Yus Sutaryadi mengatakan, semua pengawas pemilu dari tingkat kota hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berjumlah 1.011 petugas akan disiagakan selama 24 jam.

"Malam sampai pagi kita siagakan semua. Dari mulai PPL, Panwascam, termasuk staff (Panwaslu)," kata Yus saat ditemui di Sekretariat Panwaslu Kota Cimahi, Jln.Sangkuriang, Selasa (26/6/2018).

Menurut Yus, H-1 jelang pencoblosan, apalagi ditambah cuaca hujan seperti ini bisa saja dimanfaatkan para pasangan calon untuk melakukan aktifitas pelanggaran politik. Apalagi, saat ini masih termasuk tahapan masa tenang.

Panwaslu Kota Cimahi, kata Yus, sudah melaksanakan koordinasi dengan Desk Pilkada Kota Cimahi, serta unsur kepolisian dan TNI. Patroli sendiri akan diintensifkan pada TPS yang dianggap rawan pelanggaran.

"Katakan daerah Ciseupan, daerah Cireundeu, Cileweung itu kan daerah terpencil. Bisa saja pasangan calon memanfaatkan. Dia bagi sembako katakanlah," ujar Yus.

Pihaknya memberikan warning kepada semua pasangan calon Pilgub Jawa Barat agar tak nekat melakukan pelanggaran kampanye. Bila nekat, sanksi berat akan menanti.

Untuk itu, Panwaslu Kota Cimahi meminta seluruh masyarakat berperan aktif mengawasi proses Pilkada ini. Bila menemukan, Yus meminta warga berani melaporkan temuan tersebut.

"Selama warga menemukan kampanye hitam atau black campaign, terus bagi-bagi uang, sembako. Kalau dia berani lapor kami langsung turun ke lapangan. Kami serta Gakumdu siap menangani," tegasnya.

Dikatakannya, jika bukti laporan pelanggaran sudah cukup, pihaknya bersama Gakumdu pasti akan menindaklanjuti pelanggaran politik tersebut.

"Kita kaji kita naikan ke pelanggaran politiknya, pidananya," ucapnya.

Yus juga meminta pengawas tingkat TPS untuk aktif melakukan monitoring selama proses pencoblosan berlangsung. Apalagi, pengawas tingkat TPS telah diberikan bimbingan cara-cara melakukan pengawasan hingga tindakan.

Baca Lainnya