Rabu, 27 Februari 2019 17:53

Antisipasi Rabies, Pemkot Cimahi Bakal Eliminasi Anjing Liar

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Tengah Melakukan Pemberian Vaksin Rabies Terhadap Kucing.
Petugas Tengah Melakukan Pemberian Vaksin Rabies Terhadap Kucing. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi bakal mengeliminasi anjing liar di Kota Cimahi. Khususnya di wilayah perbatasan seperti di Kelurahan Cipageran, Cimahi Utara yang berbatasan langsung dengan Bandung Barat.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Supendi Heriyadi mengatakan, eliminasi itu dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian serangan anjing liar kepada manusia. Sebab, anjing liar dikhawatirkan bisa menularkan virus rabies.

Baca Juga : Stok Dosis Vaksin Rabies di Cimahi Semakin Menipis

"(Anjing liar) akan ditangani dengan eliminasi, terutama di daerah perbatasan," katanya, Rabu (27/2/2019).

Dikatakannya, pengendalian hewan penular rabies seperti anjing liar, kucing dan kera sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan kasus rabies seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga : Ratusan Hewan Anjing jadi Ancaman Rabies, Pemkot Cimahi Siapkan 600 Vaksin Tahun ini

"Kami melakukan pengendalian populasi hewan penular rabies, karena semakin banyak hewan penular rabies maka kemungkinan untuk menyebarkan penyakit akan semakin besar," ujarnya.

Selain dengan eliminasi anjing liar, antisipasi rabies juga dilakukan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi dengan vaksinasi. Vaksinasi dilaksanakan sejak Rabu (27/2) di Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Baca Juga : Rabies Mengancam, Kenali Ciri-ciri Hewan Terkena Penyakit Mematikan

Namun, vaksinasi kali ini hanya akan dilakukan terhadap hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Pihaknya sudah menyediakan 600 dosis vaksin rabies ditahun 2019 ini.

"Untuk tahun 2019 ini, kami menyediakan vaksin rabies 600 dosis untuk hewan penular rabies," terangnya.

Diakuinya, hingga saat ini di Kota Cimahi sama sekali belum ada laporan kasus rabies positif. Meski begitu, kata Supendi, pencegahan dengan vaksin sanga perlu dilakukan untuk menjaga unggas agar bebas dari rabies.

"Kota Cimahi sampai saat ini dinyatakan bebas penyakit rabies," ucapnya.

Rabies atau disebut juga penyakit anjing gila adalah zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Rabies yang disebabkan virus ini dapat menyerang semua hewan berdarah pana dan memberikan efek yang beragam pada hewan yang terinfeksi.

Kasus rabies itu bisa ditularkan melalui gigitan, cakaran hingga jilatan hewan penular rabies yakni anjing dan kucing yang menderita rabies.

Perlu dicatat, rabies dikategorikan sebagai penyakit fatal karena menyerang saraf dan bisa mengakibatkan kematian, baik bagi hewan maupun manusia.

"Penyebab rabies adalah virus yang ditularkan melalui air liur dan masuk melalui luka atau jaringan mukosa tubuh," kata Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari.

Dikatakan Mita, tanda-tanda hewan yang terkena rabies di antaranya adalah air liur hewannya berlebihan (hipersalivasi), hewan lebih agresif, takut cahaya, takut air, "suka sembunyi ditempat gelap, menggigit benda apa saja yang bergerak di depannya," tandasnya. 

Baca Lainnya