Rabu, 26 Juni 2019 16:15

Antisipasi Kekeringan, Dispangtan Cimahi Siapkan 1.000 Varietas Padi Inpago

Reporter : Fery Bangkit 
Seorang petani saat membawa hasil panen.
Seorang petani saat membawa hasil panen. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi bakal mengembangkan varietas padi Inpago tahun ini. Pengembangan jenis padi baru itu sebagai solusi tanam di sawah yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Kepala Bidang Pertanian pada Dispangtan Kota Cimahi, Mita Mustikasati mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan 1.000 kilogram padi Inpago untuk diujicobakan tahun ini. Benih padi itu didatangkan langsung dari Balai Benih Padi.

Baca Juga : Kekeringan, Panen Padi di Cipageran Beda dengan Wilayah Lain

"Kami sediakan untuk petani Cimahi 1.000 kilogram se-Kota Cimahi yang daerahnya berpotensi kurang air," ujar Mita saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (26/6/2019).

Sawah yang terancam gagal panen akibat kekeringan.

Dikatakannya, dari 1.000 benih padi Inpago yang disediakan, per 1 hektarenya itu cukup ditanami dengan 5 kilogram benih. Sementara total luas lahan sawah di Kota Cimahi ada 137,14 hektare atau 3,43 persen dari total luas wilayah Kota Cimahi yang hanya 40 kilometer persegi.

Baca Juga : Selamatkan Padi 5 Hektare, Dispangtan Minta Suplai Air

Lahan sawah tersisa itu tersebar ditiga kecamatan, yakni di Kecamatan Cimahi Utara 85,42 persen, Kecamatan Cimahi Tengah 4,42 persen serta Kecamatan Cimahi Selatan 46,3 persen.

"Kalau biasanya petani itu pakai padi Infari 40, 42, 43, tergantung daerahnya," ujar Mita.

Para Petani Terpaksa Memanen Padinya Lebih Awal.

Baca Juga : Gagal Panen Padi juga Mengancam Petani di Bandung Barat

Salah satu lahan pertanian yang akan coba ditanami padi Inpago adalah sawah di Kampung Kiara, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Ada 15 hektare lahan yang sudah kering, bahkan tanahnya sudah retak-retak.

Para petani baru bisa menyelamatkan padi di 10 hektare sawah, itupun melalui panen dini. Sedangkan padi di 5 hektare sisanya kemungkinan besar akan gagal panen bila tidak segera dialiri air.

Dijelaskan Mita, padi Inpago merupakan varietas padi unggul baru yang tahan terhadap kekeringan. Jenis padi itu biasanya ditanam di ladang pegunungan. 

"Selain padi Inpago, kalau memungkinkan juga kita sarankan untuk diselang antara padi dan palawija," tandasnya.

Baca Lainnya