Senin, 16 Juli 2018 14:38

Antisipasi Dampak Kemarau, BPBD-Damkar Kota Cimahi Kompak Standby 24 Jam

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Memasuki musim kemarau, ancaman kekeringan hingga potensi rawan kebakaran biasanya lebih besar.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, ancaman kekeringan di Kota Cimahi kerap terjadi di wilayah tengah dan selatan. Sedangkan potensi kebakaran, lahan kosong yang memiliki tumbuhan kering biasanya rawan terkenah percikan api.

Baca Juga : Tekan Resiko Korban Bencana Alam, Kementrian Sosial Bentuk 567 KSB

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (bpbd) Kota Cimahi, Dani Bastiani menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengantisipasi ancaman kekeringan saat musim kemarau.

"Kita tetap mengerahkan personel untuk mengantisipasi. Kita sudah sampaikan ke teman-teman teknis untuk selalu berkoordinasi dengan setiap OPD," kata Dani saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (16/7/2018).

Baca Juga : Nanti, Laporkan Bencana di Cimahi Cukup via Aplikasi ini

Dikatakannya, hingga saat ini, memang belum ada laporan masuk soal kekeringan atau kekurangan air di Kota Cimahi. Meski begitu, pihaknya tetap stand by apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan dari BPBD.

"Personel kita standby 24 jam . Personel ada 25 PNS, termasuk 11 dari satgas," terang Dani.

Baca Juga : Antisipasi Bencana, Satbrimob Polda Jabar Gelar Latihan CSSR

Dirinya menghimbau bagi masyarakat Kota Cimahi untuk tetap waspada terhadap ancaman musim kemarau ini. "Masyarakat dihimbau untuk waspada dengan kekeringan seperti ini. Terutama penduduk padat hunian," imbuhnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, Dadan Darmawan membeberkan, saat musim kemarau, biasanya wilayah yang paling rentan terjadinya kebakaran ialah di pemukiman padat dan daerah lahan kosong yang banyak tumbuhan kering.

"Yang paling rawan itu, melihat kejadian akhir-akhir ini daerah lapang terbuka yang tidak terlalu terawat (banyak alang-alang). Biasanya dipicu seperti anak-anak main api, puntung tokok. Ini memang potensial musim kemarau, angin kencang sehingga potensi lebih besar," jelasnya.

Untuk mengatisipasi hal tersebut, lanjut Dadan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat perihal ancaman kebakaran saat musim kemarau. Selain itu, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat selalu waspada dalam penggunaan api.

"Himbauan supaya masayarakat hati-hati. Misalkan menghindari pembakaran sampah," imbuhnya.

Ditegaskannya, personel Pemadam Kebakaran Kota Cimahi selalu siap melayani masyarakat apabila ada kejadian yang tidak diinginkan, seperti kebakaran.

"damkar standby, satu regu 15 (personel) tiap hari. Saat ada kejadian, ada laporan, langsung gerak cepat," tandasnya.

Baca Lainnya