Minggu, 13 Mei 2018 16:43

Antisipasi Aksi Teror Teroris, Polres Cimahi dapat Backup dari Brimob Polda Jabar

Reporter : Fery Bangkit 
Akbp Rusdy Permana.
Akbp Rusdy Permana. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara memastikan, kondusifitas di wilayah hukum Polres Cimahi masih aman.

"Cimahi dan Bandung Barat hingga kini masih kondusif," sebutnya saat ditemui di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat (13/5/2018).

Aksi 'horor' teroris belakangan ini tengah menjadi sorotan. Sebelumnya, di Rutan Mako Brimob, Depok, para narapidana teroris terlibat kerusuhan dengan petugas. Akibatnya, satu narapidana dan lima polisi tewas.

Terbaru, pada Minggu (13/5/2018, aksi 'horor' kembali terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Ledakan ditiga gerja di Surabaya yang diduga dilakukan oleh teroris itu mengakibatkan belasan nyawa melayang, dan puluhan orang mengalami luka.

Atas beberapa insiden tersebut, Polres Cimahi telah meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di wilayah Cimahi dan Bandung Barat, termasuk di rumah-rumah ibadah.

"Kita ada penembalan kekuatan personel Polres Cimahi. Peningkatan kewaspadaan di kantor (polisi) dan tempat-tempat ibadah," tegasnya.

Untuk penembalan kekuatan di wilayah hukum Polres Cimahi, kata Rusdy, ada suntikan tenaga tambahan dari anggota Brimob Polda Jawa Barat. Termasuk untuk penjagaan tempat ibadah.

"Masing-masing tempat peribadahan kita lakukan penebalan. Biasanya dari Polsek, ditambah dari Polres, penebalan dri Brimob," tandas Rudy.

Sebelumnya, Calon Gubernur Jawa Barat Tubagus Hasanudin (Kang Hasan) mendorong kepolisian menindak tegas pelaku terorisme. 

Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Kabuyutan Cipageran (Kabuci), Jalan Kolonel Masturi, Cimahi, Minggu (13/5/2018).

"Kepolisian harus melakukan tindakan tegas, penegakan hukum," tegas Kang Hasan.

Dikatakannya, dirinya termasuk seluruh rakyat Indonesia diyakini menentang gerakan terorisme. Sebab, kata dia, aksi sporadis dan horor teroris selama ini tidak ada manfaatnya.

"Yang jadi korban justru yang tidak bersalah. Orang baik masah harus dibunuh, dibom begitu saja," ujar Purnawirawan TNI itu.

Dikatakan Kang Hasan, aksi para teroris ini bertentangan dengan agama dan Undang-undang (UU). "Selain dilarang juga berdosa. Apapun alasannya tidak dibenarkan," katanya.

Selanjutnya, Kang Hasan mengajak semua lapisan masyarakat, pemerintah dan aparat penegak hukum terkait untuk melaksanakan deradikalisasi untuk mengembalikan para teroris ke jalan yang sesuai UU.

"Harus ada mobilisasi, memberikan kesadaran kepada tiap anak bangsa bahwa tindakan terorisme merupakan perbuatan melanggar undang-undang," pungkasnya.

Baca Lainnya