Sabtu, 30 Maret 2019 18:28

Angin Puting Beliung di KBB Sempat Padamkan Listrik 6 Jam

Reporter : Fery Bangkit 
Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan cukup berat yang diakibatkan oleh angin puting beliung.
Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan cukup berat yang diakibatkan oleh angin puting beliung. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Bencana angin puting beliung yang menerjang Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (29/3/2019) sore juga sempat membuat akses jalan yang menghubungkan Desa Citalem dan Cijenuk di Kecamatan Sindangkerta lumpuh.

Jalan itu tertutup sejumlah batang pohon yang roboh diterjang angin. Patahan pohon itu menutupi jalan. Namun, kini sudah bisa dilalui pengendara.

Baca Juga : KBB Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak, Satu Ambruk

Selain pohon dan kerusakan rumah, bencana itu juga sempat membuat aliran listrik padam. Santi (28), salah seorang warga mengatakan, bahwa listrik langsung padam sekitar pukul 17.30 WIB saat ketika angin puting beliung terjadi. Bersama suami dan kedua anaknya, dia lantas mengungsi ke rumah kakaknya yang relatif aman dari bencana. 

"Semalam tidur di rumah kakak, yang masih utuh rumahnya. Pas kejadian itu kan listrik juga langsung mati sampai sekitar jam 11 malam. Di rumah itu sudah seperti kebanjiran, karena air hujan masuk ke dalam rumah. Genteng-genteng itu kan rusak beterbangan," tuturnya, Sabtu (30/3/2019).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo menyebutkan, sedikitnya ada 20 rumah yang terdampak puting beliung di Mekarsari. Selain di Kampung Curug, rumah-rumah yang rusak juga terdapat di Kampung Nyalindung dan Kampung Sasak. 

"Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. Ada satu rumah yang mengalami rusak berat milik Ibu Rohasih. Saat ini yang bersangkutan diungsikan ke rumah kerabatnya terdekat. Sementara kondisi rumah lainnya mengalami rusak ringan dan sedang," katanya, melalui pesan singkat.

Duddy menambahkan, sampai Sabtu pagi petugas BPBD bersama unsur Koramil dan Polsek Sindangkerta, maupun pemerintah desa dan kecamatan masih melakukan pendataan maupun evakuasi puing-puing bangunan rumah yang roboh.
 
"Rencananya hari ini Pemkab Bandung Barat melalui BPBD dan Dinas Sosial akan mengirimkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak," ujarnya. 

Di Kampung Curug, petugas BPBD KBB Rudi Wibiksana menyebutkan, dampak hujan besar dan angin puting beliung juga terdapat di Kampung Cinanga, RT 1 RW 10, Desa Pasirpogor, Sindangkerta. Di lokasi itu, kata dia, ada dua rumah warga yang mengalami kerusakan. 

"Rumah atas nama Wawan (39) yang dihuni empat jiwa mengalami rusak berat, korban mengungsi ke rumah saudaranya. Satu lagi rumah milik Pak Mutakin (59), yang rusak ringan. Akses jalan desa yang menghubungkan Desa Pasirpogor dengan Desa Cijenuk juga sempat tertutup karena terhalang rumpun bambu, tapi sekarang sudah terbuka lagi," katanya. 

Menurut Komandan Koramil 0916/Sindangkerta Kapten Purkon, badan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Citalem dengan Desa Cijenuk sempat tertutup oleh pohon tumbang di Kampung Pamoyanan, Desa Citalem. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait di muspika dan kepala desa setempat, serta UPT PLN Cipongkor. Untuk lalu lintas, sudah kembali lancar. Petugas dibantu oleh masyarakat menggergaji pohon yang menutupi badan jalan," katanya. 

Baca Lainnya