Selasa, 6 April 2021 17:04

Anggota DPRD Kota Cimahi Asep Sutiesna Dorong Pemuda jadi Petani Milenial

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Pembangunan pertanian belum cukup kalau hanya bicara inovasi, sarana dan prasarana, termasuk kebijakan peraturan perundangan. Yang utama adalah bagaimana  meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) , sehingga mampu mengimplementasikan inovasi, sarana dan prasarana dengan baik dan benar. Terkait dengan pertanian tersebut, sudah saatnya mereka yang berusia kurang dari 40 tahun atau yang disebut generasi milenial diberikan pemahaman yang luas tentang pentingnya dunia pertanian untuk menopang perekonomian.

Nah, sebagai bentuk dari implementasi petani milenail tersebut, Anggota DPRD Kota Cimahi asal Fraksi Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Asep Sutiesna mencoba mendorong dan menjembatani Karang Taruna di RW 15 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, untuk belajar menjadi petani milenial.

 Ketua Karang Taruna RW 15 Kelurahan Utama Desi Sukmawati mengungkapkan, pihaknya Bersama para tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setampat awalnya hanya iseng untuk mencoba memanfaatkan lahan milik perusahaan disekitar yang tidak digunakan untuk dijadikan lokasi budiadaya ikan dan sayuran.

“Awalnya kami Cuma iseng Bersama tokoh  masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong milik perusahaan menjadi lokasi pertaniana dan perikanan, lalu kami lakukan step by step, akhirnya bisa terwujud juga,” ungkapnya, kepada Limawaktu.id,m Selasa (6/4/2021).

Dengan keinginan yang kuat, akhirnya warga mulai belajar Bertani secara hidroponik dengan mencoba belajar menanam, menyemai dan memberi pupuk.

“Kegiatan ini baru berjalan kurang dari setahun, kami belajar menanam selada,  sawi, teromg, dan budidaya ikan dan  hortikulutura.  Inovasi yang dilakukan bagaimana caranya kami menggunakan bahan organic untuk membuat pupuk kendang sendiri. Kita diberikan anugrah tanah yang subur untuk  dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan. Alhamdulillah dengan adanya sinergitas antara Anggota DPRD dan Dinas Pangan dan Pertanian semuanya bisa berjalan,” katanya.

Sementara Anggota DPRD Kota Cimahi Asep Sutiesna mencoba menjembatani antara keinginan Karang taruna dengan Dispangtan Kota Cimahi . Ternyata, sektor pertanian ini potensinya luar biasa jika dimaksimalkan dengan baik. Berkurangnya lahan pertainian yang  semakin hari semakin menurun jangan jadi hambatan untuk mencoba meningkatkan kegiatan bertani.

Selain itu, akata Asep, jaman sekarang umumnya para pemuda  memiliki keiinginan yang  serba instant dan  kerja dengan ringan serta mendapatkan gaji yang fantastis, sementara sektor pertanian jarang dilirik, padahal jika dikelola dengan benar dan dimaksimalkan bisa sangat potensial.

“Keterbatasan lahan tidak jadi halangan atau hambatan, tetapi harus  menjadi peluang, kekurangan yang ada bisa menjadikan hal yang menjanjikan. Jangan lupa pertanian juga salah satu penopang pertahanan negara,” paparnya.

Keengganan kamum milenial untuk menjadi petani ini karena belum tahu atau melihat hasilnya.  Jika sudah melihat hasilnya, dirinya yakin akan banyak kaum milenial yang melirik pertanian.

“Harus dicoba dirubah cara pandang para pemuda tentang pertanian, Kita jangan berpikir untuk menjadi petani konvensional, tetapi bagaimana caranya untuk memanfaatkan teknologi untuk pertanian. Apalagi Cimahi memiliki  sumber daya manusia yang melimpah serta kaum milenial jumlahnya lebih besar dari penduduk usia lainnya. Kita bisa menciptakan peluang bisinis di bidang pertanian, “ imbuhnya.

Sedangkan Kasi Peternakan Dispangtan Kota Cimahi  Ati Lisniawati mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Karang taruna RW 15 ini yang telah kreatif ditengah keterbatasan,  bisa memunculkan gagasan yang bagus. Kegiatan budidaya ikan ditengah lahan yang sangat terbatas bisa diantisipasi dengan menerapkan teknologi untuk meningkatkan produksi.

“Budidaya ikan dalam ember yang dilakukan selain memelihara ikan sekaligus menanam sayuran diatas ember sehingga akan menambah hasil perikanan dan pertanian,” ujarnya.

Pemkot Cimahi sendiri,  ada kegiatan setiap tahun ada atau tidak ada anggaran,  selalu melakukan  pembinaan dan pendampingan kepada kelompok budidaya ikan ata petani.

“Dalam sebulan ada sekitar 15 pelaku usaha yang diberikan berikan penyuluhan, pembinaan atau pendampingan, materinya sesuai  yang dibutuhkan oleh kelompok budi daya, mereka yang memilih sesuai dengan kebutuhannya,” jelasnya.

Kepala Seksi Pertanian Siti Rahmah  menyambut baik adanya kreativitas dari Karang Taruna ini, karena dirinya melihat  sudah sangat jarang pemuda yang berusia 20 an menjadi pertani di Cimahi.

“Jika ditanya apakah Cimahi sudah punya petani milenial, kita sudah punya seperti ditunjukan oleh para pemuda disini,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer