Senin, 15 Oktober 2018 12:07

Amankan Pemilu 2019, Polda Jabar Kerahkan 1.400 Personel dari Satuan Brimob

Reporter : Fery Bangkit 
Sebanyak 1.400 personel dari Satuan Brimob Polda Jawa Barat akan dikerahkan untuk pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di wilayah hukum Polda Jabar.
Sebanyak 1.400 personel dari Satuan Brimob Polda Jawa Barat akan dikerahkan untuk pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di wilayah hukum Polda Jabar. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Bandung Barat - Sebanyak 1.400 personel dari Satuan Brimob Polda Jawa Barat akan dikerahkan untuk pengamanan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di wilayah hukum Polda Jabar.

Kasat Brimob Polda Jabar, Kombes Pol Arif Budiman mengatakan, seluruh personel tersebut akan membantu untuk pengamanan seluruh tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. 

Baca Juga : Pilkada Rawan Dimanfaatkan untuk Memasok Narkoba

"Tahapan Pilpres 2019 ini kan panjang, terutama kampanye. Makanya, dalam setiap tahapan, akan kami back up secara penuh untuk memastikan agar situasi betul-betul konfusif, "kata saat ditemui di Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

Teknis pengamanan dilakukan anggota Brimob di setiap polres, kata dia, akan mengikuti pola pengamanan yang diterapkan di setiap wilayah, "Fokus pengamanannya nanti kami merekat ke satuan wilayah. Jadi, kami backup ke polres-polres. Teknisnya semua dari Polres, kami ikut memperkuat polres, " jelasnya.

Baca Juga : Jumlah TPS pada Pemilu 2019 di Kota Cimahi Bertambah

Menurut dia, tahapan kampanye Pilpres dan Pileg 2019 yang terbilang panjang memerlukan kesiapan pengamanan. Dengan demikian, kondusifitas wilayah diharapkan bisa terus terjaga. Diketahui, kampanye Pilpres dan Pileg 2019 dilakukan sejak 23 September 2018 sampai 13 April 2019. 

Pada kesempatan itu, Arif juga mengecek kesiapan personel berikut peralatan yang digunakan selama pengamanan tahapan Pilpres dan Pileg. Secara umum, dia menegaskan, kesiapan personel dan peralatan sudah siap semua.

"Saya sengaja datang ke Detasemen B untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam operasional tugas-tugas Brimob khususnya, dan Polda Jabar umumnya. Semuanya sudah siap, bila ada yang kurang, nanti akan kami lengkapi," jelas Arif.

Sementara itu, unsur Muspika Lembang menyatakan, tahapan kampanye hingga hari pemungutan suara Pilpres dan Pileg 2019 harus berjalan secara aman dan damai. 

Sebagai langkah awal, Muspika Lembang sudah melaksanakan deklarasi damai yang diikuti unsur kepolisan, TNI, perwakilan parpol, organisasi masyarakat, maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPK), panitia pengawas kecamatan (panwascam) dan panitia pengawas desa (PPD).

Kapolsek Lembang Kompol Dedi Hermayadi mengaku, untuk pengamanan selama masa kampanye, pihaknya mengerahkan sekitar 1/3 kekuatan polsek. Jumlah tersebut akan ditambah ketika hari pemungutan dan penghitungan suara dengan menurunkan sekitar 2/3 anggota polsek atau sekitar 40 orang.

"Sudah saya sampaikan kepada para pengurus partai politik, bahwa ketika akan melakukan kampanye supaya melaporkannya, baik ke polisi maupun ke panwas," pungkasnya.

Baca Lainnya