Kamis, 15 September 2022 13:09

Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kota Cimahi Akan All Out Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM

Reporter : Bubun Munawar
Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kota Cimahi menggelar aksi demo beberapa waktu lalu
Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kota Cimahi menggelar aksi demo beberapa waktu lalu [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kota Cimahi akan menggealr aksi besar-besaran menyampaikan aspirasi terkait dengan Kenaikan harga BBM Bersubsidi.Aksi akan digelar pada Senin (19/9/2022)

“Kami menghimbau seluruh pengurus Serikat Pekerja dan Serikat Buruh ditingkat perusahaan  dengan penuh tanggung jawab dan komitmen untuk mengeluarkan seluruh anggota dari masing masing perusahaan.” Seru Ketua DPC KSPSI Kota Cimahi Edi Suherdi, Kamis (15/9/2022)

Nantinya, kata Edi, seluruh peserta aksi dengan berjalan kaki tidak menggunakan kendaraan Roda dua mau pun Roda empat kecuali mobil komando dengan tujuan agar hemat BBM.

Pihaknya mengajak seluruh pekerja / buruh di seluruh perusahaan  se kota Cimahi , untuk mengikuti kegiatan penolakan kenaikan BBM sesuai dengan Rute masing masing yang terlewati.

Dia menyebutkan, Rute yag akan dilewati terbagi dari 3 titik kumpul pemberangkatan antara lain  : Rute 1. Jalur Nanjung Utama PT Heksatek  , PT . How are you , PT. Ragam Jaya Utama , PT. Ebod jaya , PT Nissinbo , ke arah jln  Leuwi gajah ke PT Opelon Garmen. PT ayoetek menuju Cimindi ke kantor DPRD kota Cimahi. 

Rute 2 . Pahlawan Desa PT Polamas / suritek . PT. Sinar continental ke jalur industri 1 menuju Cimindi ke kantor DPRD kota Cimahi.

Sedangkan Rute 3. Cijerah PT kahatek. PT . Sanitya utama ke jln Cijerah Melong  menuju PT Hintek masuk jalur cibaligo ke arah Cimindi menuju kantor DPRD kota Cimahi. Waktu Tujuan sampai di kantor DPRD jam 16.00.

Untuk peserta aksi wajib membawa pelindung diri dari cuaca panas / hujan. Seperti payung , topi  dan lain-lain.

Pihaknya juga meminta peserta aksi untuk tidak melakukan Hal hal yang dilarang dalam kegiatan Aksi diantaranya  Perempuan hamil di larang mengikuti kegiatan aksi ini, Peserta aksi di larang membawa senjata tajam / senjata api  meminum minuman ber alcohol, Peserta aksi dilarang meng olok olok pihak keamanan TNI / Polri, serta Peserta aksi di larang merusak pasiltas umum . 

Dikatakannya, Untuk menghindari hal hal tersebut para penanggung jawab aksi dan para pimpinan SP / SB serta koordinator aksi wajib memberi tahukan kepada seluruh anggota masing-masing di tingkat perusahaan dan menjaga keselamatan seluruh peserta aksi.

 

Baca Lainnya

Topik Populer