Rabu, 15 Mei 2019 16:11

Akses Jalan Tertutup, Aktifitas Dagang Warga Kampung Cicapeu Lumpuh

Reporter : Fery Bangkit 
Seorang warga yang akan beraktifitas dibantu oleh anggota TNI 
Seorang warga yang akan beraktifitas dibantu oleh anggota TNI  [ferybangkit]

Limawaktu.id - Aktifitas perekonomian warga Kampung Cicapeu, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk sementara ini lumpuh. Sebab, akses menuju wilayah itu masih tertutup material longsor.

Kepala Dusun 4 Cicapeu, Ipin Setiawan, mengatakan ada sekitar, 60 jiwa yang menghuni Kampung Cihanjuang. Rata-rata mereka aktifitas perekonomian di wilayahnya ialah bertani dan berdagang ke Pasar Soreang, Kabupaten Bandung.

Baca Juga : Bencana di Cililin:Jembatan Terbawa Arus, Akses Perekonomian Warga Terputus

"Kalau akses jalannya tertutup, baik dari arah Cililin maupun dari arah Soreang, warga yang berdagang terpaksa berhenti dulu," kata Ipin Rabu (15/5/2019).

Ipin mengatakan, tertutupnya akses jalan ini diakibatkan oleh longsor yang terjadi di beberapa titik di wilayah tersebut pada Senin (13/5/2019) malam. Akses menuju Cihanjuang tertutup di wilayah Cicapeu maupun dari arah Kampung Pasirhaur, Kabupaten Bandung.

Baca Juga : Longsor di Bandung Barat:Ratusan Jiwa Mengungsi, Rumah Hingga Masjid pun Rusak

Satu-satunya cara menuju kampung ini, yakni dengan berjalan kaki melewati jalanan berlumpur dalam yang dipenuhi patahan pohon maupun bebatuan. Sebab, sepeda motor tak bisa lewat.

"Masyarakat di kampung ini lebih sering beraktivitas ke Soreang, dari sini paling hanya butuh waktu 15 menit kalau pakai motor," terang Ipin.

Baca Juga : Jeritan Korban Longsor Cililin, Minta Pemkab Bandung Barat Cepat Tanggap

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera menurunkan alat berat untuk membereskan material longsor yang menutupi jalan. Tujuannya, agar aktifitas perekonomian warga bisa menggeliat lagi. 

"Kemarin sempat ada rencana menurunkan alat berat ke sini, tapi karena jalannya kecil ditunda terlebih dahulu," katanya.

Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) KBB mendata, sedikitnya 8 rumah masuk dalam kategori rusak berat, 13 rumah rusak sedang dan 33 rumah lainnya rusak ringan, 2 sepeda motor tertimbun. 

Longsor juga mengakibatkan satu masjid rusak berat dan 166 jiwa mengungsi. Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan intensitas hujan yang tinggi yang terjadi pada malam hari menjadi pemicu bencana.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer