Sabtu, 9 Desember 2017 17:50

Akibat Sering Banjir, Warga Tuntut Pertanggungjawaban Pengembang

Reporter : Jumadi Kusuma
Banjir sering terjadi di lima RW Kampung Babakan Loa Desa Padalarang
Banjir sering terjadi di lima RW Kampung Babakan Loa Desa Padalarang [limawaktu]

Limawaktu.id, - Siapa tahan hidup dalam ancaman banjir setiap musim penghujan tiba, kendati masalah limpahan air bukan masalah baru bagi warga di lima wilayah Rukun Warga (RW) 6, 7, 20, 23, 25 Kampung Babakan Loa Desa padalarang Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, akan tetapi pembangunan perumahan Padalarang City View disinyalir memperparah banjir.

Sudah berkali-kali perwakilan warga mengadukan masalah tersebut, dari mulai tingkat Desa Padalarang hingga tingkat Kecamatan Padalarang, sayangnya musyawarah pembahasan masalah tersebut hanya berkutat pada inventarisir masalah dan yang hadirpun dari pihak pengembang bukan orang yang memiliki otoritas untuk memutuskan kebijakan, begitu pula dari pihak pemerintah.

Berdasarkan pantauan limawaktu.id Jumat (8/12), setiap hujan tiba warga sibuk menahan air supaya tidak masuk kedalam rumah dan setelah hujan reda membersihkan sisa-sisa sampah yang terbawa banjir dan berserakan dihalaman rumah dan jalan. Jika hujan tiba, jalan-jalan di Komplek Babakan Loa Permai (Baloper) tampak seperti aliran sungai, jalan-jalan rusak karena gerusan air.

Ketua RW 25 Babakan Loa Desa Padalarang, Cornelius dengan nada kesal mempertanyakan respon dari aparat pemerintah dan pihak pengembang yang dinilai lamban dalam mengatasi permasalahan banjir warganya, "Kami meminta pertanggungjawaban dari pengembang dan aparat pemerintah terutama dinas terkait jangan sampai masyarakat menjadi korban, warga saya siap melakukan aksi, cuman saya cegah menunggu solusi dari pemerintah", tegasnya, Sabtu (9/12)

Sementara itu Warga RT 4 RW 7 Babakanloa Satyariga Sukman yang juga aktivis lingkungan pendiri WALHI Jaba Barat mempertanyakan izin yang dikeluarkan oleh dinas terkait diduga penuh rekayasa bahkan beberapa nama dicatut tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, "Untuk itu saya menuntut pihak berwenang untuk membekukan izin dan menghentikan pembangunan sampai permasalahan banjir selesai", tandasnya. (jk)

Baca Lainnya