Rabu, 20 Desember 2017 15:24

Akibat Cuaca Buruk, Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Beras di Cimahi Lampaui HET

Reporter : Fery Bangkit 
Sidak Tim Terpadu Pemkot Cimahi di pasar tradisional.
Sidak Tim Terpadu Pemkot Cimahi di pasar tradisional. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, harga beras di Kota Cimahi mulai merangkak naik. Bahkan, harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Perdagangan.

Berdasarkan hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) Tim Terpadu Pemerintah Kota Cimahi, pada Rabu (20/12/2017) di sejumlah pasar tradisional, harga beras medium mencapai Rp11.000/kg.
Padahal, dalam HET beras medium di wilayah Jawa dipatok Rp9.450.

Sedangkan harga beras jenis premium mencapai Rp13.000/kg. Padahal dalam HET, harga beras premium dipatok Rp 12.800/kg.

Kepala Seksi Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Agus Irwan mengakui, masih ada pedagang beras yang tak patuh HET.

"HET gak digubris pedagang," ucapnya, yang didampingi Staff-nya Dini Andriyani di Pasar Antri Cimahi, Rabu (20/12/2017).

Dikatakan Agus, pihaknya akan melihat perkembagan harga beras dalam beberapa hari ke depan. Jika masih di atas HET, pihaknya kemungkinan akan melakukan intervensi dan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

"Paling koordinasi dulu dengan pihak terkait. Nunggu instruksi juga dari atasan," kata Agus.

Secara keseluruhan, lanjut Agus, harga beras jelang Natal dan Tahun Baru ini merangkak naik. "Beras ada kenaikan sedikit," tuturnya.

Riki (31) salah seorang pedagang beras di Pasar Antri Cimahi menyatakan, penetapan HET tak terlalu berpengaruh bagi dirinya dan pedagang lain.

"Sudah harga HET, tapi gak ngaruh," katanya.

Memang, kata dia, harga beras akhir-akhir ini mulai naik. Faktornya dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat.

"Harga dari awal musim hujan mulai naik. Tadinya yang medium dijual Rp9.500/kg, sekarang jadi Rp11.000/kg, yang premium tadinya Rp11.000/kg, sekarang Rp13.000/kg. (kit)