Jumat, 18 Januari 2019 13:03

Ajay Tinjau Jalan Mengelupas, jadi Kapan Jalannya Diperbaiki?

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna Tengah Meninjau jalan mengelupas Jalan Mahar Martanegara, Jum'at (18/1/2019).
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna Tengah Meninjau jalan mengelupas Jalan Mahar Martanegara, Jum'at (18/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengakui masih menggodog solusi penanganan sementara Jalan Mahar Martanegara yang mengelupas sepanjang 310 meter.

Pasalnya, untuk memperbaiki kembali jalan yang rusak itu, Pemkot Cimahi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi harus menunggu cuaca kondusif atau minimal curah hujan tak terlampau tinggi.

Baca Juga : Baru Beberapa Hari Sudah Rusak, DPRD Kota Cimahi Pertanyakan Kualitas Aspal Jalan di Cimahi

"Tadi kami ngobrol dengan Pak Wilman (Kepala Bidang Bina Marga DPUPR) tindakan sementaranya mau apa supaya di masyarakatnya sedikit terbantu. Misalkan membersihkan dan sebagainya," kata Ajay saat ditemui disela-sela peninjauan Jalan Mahar Martanegara, Jum'at (18/1/2019).

"Mudah-mudahan ke depan setelah curah hujan menurut BMKG agak tidak terlalu tinggi kita perbaiki mungkin di bulan-bulan depan," tambah Ajay.

Baca Juga : Cuitan Netizen Soal Mengelupasnya Jalan Mahar Martanegara:Dijamin itu aspal pabrik Ajay

Seperti diketahui, sebelumnya aspal setebal 5cm itu mengelupas lebih dari sekali. Padahal, aspal yang dikerjakan pihak ketiga itu baru seumur jagung dengan anggaran Rp 1,3 miliar. Kemudian, sempat diperbaiki namun mengelupas kembali karena tak kuat menahan derasnya air dari Sungai Ciputri.

Ajay menegaskan, kualitas yang digunakan untuk mengaspal jalan itu sudah sesuai spesifikasi. "Kualitas gak ada masalah. Kalau secara teknis gak ada yang dilanggar," tegasnya.

Baca Juga : Jalan Mengelupas di Cimahi jadi Langganan Macet Setiap Pagi

Perihal sumber masalah mengelupasnya aspal, yakni luapan air dari Sungai Ciputri, untuk penanganan sementara, pihaknya akan rutin melakukan pembersihan sampah dan pengerungan lumpur. Sementara untuk solusi ke depan, pihaknya sudah membuat rencana. Salah satunya membuat embung di wilayah luhur.

"Kita rencana mau bikin beberapa embung untuk menampung air. Sedimentasi, sampah sementara harus bersih," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana menambahkan, Sungai Ciputri ini sudah tak ideal lagi untuk menampung debit air yang tinggi dari luhur sungai. Akibatnya, luapannya pun melimpah ke jalan Mahar Martanegara.

"Sementara kita bersihkan dari endapan (lumpur) supaya memaksimalkan sungai yang ada," ucapnya.

Baca Lainnya