Sabtu, 23 Desember 2017 16:55

Ajay Resmikan Pelayanan Online ala Kecamatan Cimahi Utara

Reporter : Fery Bangkit 
Ajay M. Priatna.
Ajay M. Priatna. [Limawaktu]

Limawaktu.id – Demi meningkatkan kualitas Pelayanan, Kecamatan Cimahi Utara ciptakan aplikasi pelayanan administrasi berbasis Online, yang dinamakan Konsep Sasarengan Lengkapi Persyaratan (Sapakat) online dan Surat Pelayanan Terpadu (SUPER).

Layanan administrasi kependudukan online tersebut diresmikan oleh Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatan, didampingi Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyan pada Sabtu malam (22/12/2017) di Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Jati Serut, Kota Cimahi.

Camat Cimahi Utara, Hendra Gunawan menjelaskan, mekanisme layanan tersebut yaitu masyarakat mengajukan permohonan urusan administrasi ke RW. Setelah dilakukan ceklis persyaratan lengkap, baru data dimuat ke aplikasi berbasis WhatsApp yang dikirim ke tim kelurahan.

“Data lalu diunggah ke websiteSapakat Online oleh kelurahan dan langsung masuk ke kecamatan, setelah diproses dan diparaf kecamatan-kelurahan surat dikirim ke RW untuk didistribusikan ke masyarakat pemohon,” jelasnya saat ditemui usai acara peresmian.

Dikatakannya, ada sekitar 32 pelayanan administrasi yang diakomodir dalam layanan online tersebut.
"Hanya dua layanan yang masih harus ke Disdukcapil yaitu pencetakan KTP elektronil dan Kartu Keluarga," katanya.

Dari 87 RW di Kecamatan Cimahi Utara, yang ada baru 69 RW yang sudah tersedia infrastruktur untuk layanan ini. "Dengan terwujudnya program wifi di tingkat RW maka kami harap semua RW bisa tercakup dalam layanan," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priata berharap, pelayanan berbasis aplikasi aplikasi Sapakat dan Super online di Kecamatan Cimahi Utara ini dapat menjadi salah satu upaya untuk menerapkan konsep good governance atau tata kelola pemerintahan serta meningkatkan pelayanan publik.

“Untuk itu saya menyambut dengan layanan berbasis sapakat dan super ini, karena hal ini sangat membantu masyarakat dan juga membantu Ketua RW dan RT, sehingga masyarakat tidak perlu bolak-balik mengurus ketidaklengkapan dokumen cukup sampai RT/RW,” katanya. (kit)*

Baca Lainnya