Limawaktu.id, Kota Cimahi - Pertandingan panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta tak hanya dimanfaatkan sebagai hiburan bagi pecinta sepak bola. Momentum duel klasik itu juga dimanfaatkan Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi, Agung Yudaswara, untuk turun langsung menyapa masyarakat melalui agenda Nonton Bareng (Nobar), Minggu 10 Mei 2026. Nobar akan dilaksanakan di Posko Pemenangan Agung Yudaswara, Jalan Kebon Kopi Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan.
Di tengah tingginya antusiasme publik terhadap laga sarat gengsi tersebut, Agung melihat sepak bola sebagai medium efektif membangun komunikasi yang lebih cair antara wakil rakyat dan masyarakat. Nobar pun dipilih bukan sekadar ajang menyaksikan pertandingan, tetapi menjadi ruang dialog dan penyerapan Aspirasi warga.
Menurutnya, budaya menonton bola bersama memiliki kekuatan sosial yang mampu mendekatkan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
“Sepak bola itu menyatukan. Nobar ini bukan hanya soal mendukung Persib, tetapi bagaimana menciptakan ruang silaturahmi, mempererat kebersamaan, sekaligus mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” kata Agung.
Ia menilai, pola komunikasi informal seperti nobar dinilai lebih efektif membangun kedekatan emosional dibanding pertemuan formal yang cenderung kaku. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya datang sebagai penonton pertandingan, tetapi juga memiliki ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Nobar ini menjadi sarana hearing bersama warga. Saya ingin masyarakat bisa menyampaikan masukan secara langsung dalam suasana yang lebih akrab dan terbuka,” ujarnya.
Menurut Agung, menonton pertandingan sepakbola bisa dilihat sebagai peluang untuk menyapa konsituen dan warga. Pasalnya dengan menonton pertandingan sepakbola bersama-sama akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi para fans sepakbola dan masyarakat.
Nobar ini dilakukan untuk menggeser cara pandang menonton bola dari aktivitas personal menjadi momen sosial yang lebih hangat. Nobar ini tidak hanya bicara soal pertandingan, tetapi juga tentang bagaimana sepak bola bisa menjadi jembatan silturahmi dan pertemanan baru.
“Nobar ini dilakukan demi mempererat ikatan emosional antara saya sebagai wakil rakyat bersama masyarakat, yang akan dilakukan sekaligus berdiskusi, hearing dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat,”kata Agung.
Seperti diketahui, Duel klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung resmi dipindahkan ke Stadion Segiri. Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ferry Paulus, usai melakukan koordinasi dengan Baintelkam Polri pada Rabu (6/5/2026).
Pertandingan yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu, 10 Mei 2026, tidak mendapatkan izin penyelenggaraan dari pihak kepolisian. Faktor keamanan menjadi alasan utama, seiring padatnya agenda di Ibu Kota sepanjang Mei, termasuk rangkaian kegiatan peringatan Hari Buruh.
“Liga memiliki keinginan untuk bisa digelar di daerahnya masing-masing. Namun, bulan Mei dipenuhi berbagai agenda yang dikhawatirkan menimbulkan potensi gangguan di luar aspek sepak bola,” ujar Ferry Paulus kepada wartawan.
Ia menegaskan, kompetisi harus tetap berjalan sesuai jadwal mengingat padatnya kalender kegiatan ke depan. Oleh karena itu, penundaan pertandingan tidak menjadi opsi yang dipilih operator liga.
“Pertandingan ini sarat rivalitas dan tidak bisa dipindahkan waktunya. Liga memiliki tanggung jawab agar kompetisi tetap berjalan,” tegasnya.
Setelah mempertimbangkan sejumlah alternatif, Samarinda dipilih sebagai lokasi paling memungkinkan. Menurut Ferry, sejumlah stadion di Pulau Jawa juga belum memenuhi aspek keamanan untuk menggelar laga berisiko tinggi tersebut.
“Liga akhirnya memutuskan pertandingan digelar di Kalimantan Timur, tepatnya di Stadion Segiri Samarinda. Waktu pelaksanaan tetap, yakni 10 Mei pukul 15.30 WIB,” katanya.