Rabu, 13 Mei 2020 11:46

Agar Perekonomian Berputar, Pemkab Purwakarta Beri Bantuan Tunai Dampak Covid-19

Reporter : Bubun Munawar
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyerahkan secara simbolis bantuan tunai kepada salah seorang warga.
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyerahkan secara simbolis bantuan tunai kepada salah seorang warga. [Diskominfo Purwakarta]

Limawaktu.id- Pemerintah Kabupaten Purwakarta mendistribusikan bantuan berupa uang tunai untuk warga terdampak Covid-19, bagi 12 ribu Kepala Keluarga (KK) yang berhak mendapatkannya. Bantuan diberikan selama empat bulan sejak Mei 2020.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, pihaknya memutuskan tidak memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, karena Pemkab Purwakarta mengnginkan agar perekonomian warga Purwakarta tetap berjalan meskipun terjadi pandemi Covid-19.

"Saya ingin supaya roda perekonomian masyarakat bisa tetap berputar meski di situasi  tanggap corona seperti ini, " tutur Anne, usai penyerahan simbolis BLT tersebut di Posko Covid-19, Gedung Bakorwil, Jalan Siliwangi, awal pekan ini.

Anne mencontohkan, dengan uang tunai dari bantuan pemerintah ini, nanti si penerima bisa belanja di warung terdekat rumahnya. Sehingga, masih ada perputaran uang di lingkungan mereka. Berbeda, jika bantuannya berupa sembako yang manfaatnya hanya akan dirasakan oleh si penerima itu saja.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, pemerintahannya telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan sosial ini sebesar Rp 24 miliar. Anggaran tersebut, disiapkan untuk membantu masyarakat rawan miskin selama empat bulan kedepan terhitung mulai Mei ini.

"Hari ini, kita mulai distribusikan bantuan tersebut, setelah sebelumnya kita melakukan pemasangan stiker di rumah masing-masing penerima," ujar Anne.


Adapun teknis pendistribusian bantuan uang tunai ini, sambung Anne, yakni dikirim ke masing-masing penerima melalui kelurahan/desa setempat. Dengan kata lain, bantuan tersebut ditransfer ke rekening desa/kelurahan untuk kemudian disalurkan ke penerima.

"Dalam dua hari ini, kami targetkan bansos tersebut sudah ditransfer ke masing-masing desa agar segera diserahkan ke masing-masing keluarga penerima," jelas dia.

Terkait pemasangan stiker di rumah penerima, Anne memiliki alasan. Hal itu sengaja dilakukan, supaya tak terjadi tumpang tindih data penerima atau ada penerima yang dobel mendapat bantuan. Jadi, kalau warga yang telah mendapat bantuan dari pusat atau provinsi, itu tidak akan mendapat dari pemkab.

Sementara itu, di hari yang sama Kementerian Sosial juga menyalurkan bantuan serupa untuk mayarakat di wilayah ini. Untuk warga Purwakarta yang terdata mendapat bantuan dari Kemensos, tercatat ada sebanyak 35. ribu KK. Untuk hari ini baru disalurkan ke 29 ribu penerima.

"Angka penerima ini, merupakan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan usulan dari pemerintah daerah," ujar Kasie Penataan Lingkungan Sosial, Kementerian Sosial RI, Widiyanti Srilestari.

Untuk bantuannya sendiri, berupa uang tunai Rp 600 ribu perbulan selama tiga bulan. Dalam pendistribusiannya, pihaknya melibatkan kantor pos dan empat perbankan. 

Baca Lainnya