Kamis, 25 Juni 2020 12:15

Ada 2 Kasus Kematian Ibu Ditahun Pandemi Covid-19 di Cimahi, Ini Sebabnya!

Reporter : Fery Bangkit 
Kasus Kematian Ibu Ditahun Pandemi Covid-19 .
Kasus Kematian Ibu Ditahun Pandemi Covid-19. [Net]

Cimahi - Angka Kematian Ibu (AKI) ditahun pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) terjadi di Kota Cimahi. Hingga Juni 2020, tercatat ada dua ibu yang meninggal usai melahirkan.

"Sampai Juni 2020 ada 2 kasus. Penyebabnya yang 1 karena pendarahan dan 1 karena gangguan jantung," terang Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Indah Gilang Indira saat ditemui, Kamis (25/6/2020).

Sedangkan ditahun 2019, tercatat ada 13 kasus kematian ibu. Penyababnya empat di antaranya karena pendarahan, empat kasus karena hipertensi dalam kehamilan, lain-lain lima kasus seperti TBC dua kasus, appendiks satu kasus, penyakit jantung satu kasus dan penyakit ginjal satu kasus.

"Kalau tahun 2017 ada 12 kasus kematian ibu, sedangkan tahun 2018 ada 11 kasus," kata Indah.

Untuk mencegah kematian ibu saat melahirkan, Indah meminta agar ibu hamil rutin melalukan pemeriksaan sesuai jadwal. Kemudian mengikuti kelas ibu yang diselenggarakan Puskesmas, tetap melalukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Jika ada keluhan, segera menghubungi petugas kesehatan. Kalau dari Puskesmas tetep ngasih info-info lewat media daring, WA grup, IG dan lain-lain," ujar Indah.

Khusus ditengah pandemi Covid-19 ini, lanjut Indah, pihaknya sudah membuat protokol kesehatan khusus untuk melayani ibu hamil. Seperti membuat janji pertemuan dengan petugas Puskesmas dan melakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan yang sudah dianjurkan.

"Petugas di Puskesmas juga harus menggunakan alat pelindung diri sesuai standar dan dalam kondisi sehat. Ada prosedur pemeriksaan kehamilan selama pandemi, Jadi ibu-ibu hamil harus mengikuti prosedur," imbuhnya.

Pihaknya juga meminta tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, jaga jarak, tidak memaksakan keluar rumah dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

"Ibu hamil harus lebih hati-hati supaya tidak tertular, harus menjaga kondisi ibu dan bayinya agar tetap sehat. Jika ibu hamil tertular Covid-19, efeknya bisa berbahaya bagi ibu dan bayi yang dikandungnya," jelas Indah.

Bagi pasangan suami istri yang belum hamil, pihaknya menyarankan buntuk menunda kehamilan ditengah pandemi Covid-19. Pasalnya, terang Indah, metabolisme dan kebutuhan nutrisinya akan meningkat, sehingga kalau ada gangguan dari luar kondisinya imun tubuhnya akan menurun.

"Iya sebaiknya ditunda dulu," ucap Indah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dikke Suseno menambahkan, kebanyakan kasus kematian ibu saat melahirkan di Kota Cimahi disebabkan terlambatnya penanganan. Ia mencontohkan, ketika seorang ibu memeriksakan kandungannya ke fasilitas kesehatan, sehingga kemudian tidak terpantau.

"Biasanya persalinan yang terlambat. Jadi udah terlambat untuk dirujuk (ke fasilitas kesehatan)," terang Dikke.

Dikke melanjutkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk terus menurunkan angka kematian pada ibu melahirkan. Seperi dengan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Melalui program tersebut, pihaknya dibantu para kader dan mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi. Dalam program tersebut, kondisi ibu mengandung hingga melahirkan.

"HPK itu jadi melihat kondisi janin ibu selama 9 bulan. Untuk ibunya tetap, kalau berisiko tinggi tetap kita pantau," jelasnya.

Baca Lainnya