Menteri Sosial Gus Ipul meresmikan Kampung Nelayan, di Desa Eretan Kulon Indramayu
Menteri Sosial Gus Ipul meresmikan Kampung Nelayan, di Desa Eretan Kulon Indramayu [Istimewa]
News

93 Warga Terdampak Banjir Rob di Eretan Indramayu Diberikan Rumah

Limawaktu.id, Indramayu – Kabar menggembirakan datang dari Desa Eretan Kulon, Indramayu, Jawa Barat. Pasalnya, warga yang selama ini terdampak banjir rob sudah mendapatkan solusi dari pemerintah.

Untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan warga Desa Eretan tersebut, Kementerian Sosial Republik Indonesia telah membangun 93 rumah di Kampung Nelayan sebagai tempat tinggal yang aman dan layak bagi para nelayan.

Menurut Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Mira Riyati Kurniasih, Pihaknya telah menyelesaikan pembangunan 93 rumah tipe 36 luas tanah 60 dengan 2 kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi di Kampung Nelayan.

“Pembangunan rumah diselesaikan selama 1 tahun mulai Oktober 2024 sampai September 2025. Lalu para Keluarga Penerima Manfaat  sudah menempati rumah ini sejak dua bulan lalu,” ungkap Mira.

Tak hanya itu, kata Mira, dalam menjaga perawatan, kebersihan, keguyuban Kampung Nelayan, mereka membentuk kelembagaan. Sudah terbentuk kantor sekretariat RT, RT sudah dipilih, ada petugas keamanan, kebersihan, Posyandu, dan  pengurus masjid.

Sebanyak 93 unit rumah telah dibangun dengan total nilai keseluruhan Rp23 miliar lebih. Hunian yang dibangun, yaitu rumah sejahtera tipe 36 dengan luas tanah 60 meter persegi, dilengkapi dua kamar tidur. Pembagian nomor unit rumah juga telah dilakukan kepada 93 penerima bantuan.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengatakan banjir rob di Eretan telah menjadi isu nasional. Masalah ini sudah ditangani bertahun-tahun dengan berbagai macam cara.

 "Yang kita lawan adalah alam. Sulit. Ombak besar. Dataran rendah," katanya.

Menurutnya, kerja Pemprov, Pemkab, Kemensos, dan Baznas merupakan kolaborasi luar biasa. Ia meminta agar warga menjaga rumah ini mulai dari fasilitas hingga kebersihannya.

"Nanti rumah di Kampung Nelayan ini  kami tanami mangrove," katanya.

Sementara, Ketua Baznas Noor Achmad menuturkan program ini merupakan inisiasi yang luar biasa. Bila Baznas, Pemkab, dan kementerian bersatu padu maka tidak ada yang tidak bisa dibantu masyarakat Indonesia.

"Ini adalah program yang sangat keren dan hebat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mensos Gus Ipul juga meninjau Masjid Cahaya Zakat, Taman Lansia dan Anak, rumah warga, Z corner, dan tenant Pujasera.

Pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera melibatkan berbagai pihak. Selain Kemensos, ada Pemkab Indramayu, Baznas, PT Unitras Pertama, dan BNPB. Kemensos berperan menginisiasi pembangunan rumah dan bahan bangunan. Kemudian, Pemkab Indramayu menyediakan lahan.

 Sementara Baznas membangun masjid dan sentra UMKM serta PT Unitras Pertama membantu pembiayaan upah pekerja bangunan. Tak ketinggalan, BNPB juga memberikan bantuan sumur bor melalui dana siap pakai untuk Kabupaten Indramayu terkait tanggap darurat banjir rob Eretan. Pelaksanaannya bekerjasama dengan TNI AD.

Di Kampung Nelayan Sejahtera juga berdiri sejumlah tempat usaha dari program bantuan pemberdayaan. Yaitu usaha olahan ikan, usaha batik ecoprint, dan bengkel las serta sanggar tari.

 

 

Baca Lainnya