Senin, 30 Juli 2018 22:29

8 Bulan Memimpin, Ajay-Ngatiyana Sudah Dua Kali Rotasi ASN

Reporter : Fery Bangkit 
Ajay M Priatna Saat Memimpin Acara Rotasi dan Mutasi ASN Kota Cimahi,  Senin (30/7/2018).
Ajay M Priatna Saat Memimpin Acara Rotasi dan Mutasi ASN Kota Cimahi, Senin (30/7/2018). [limawaktu]

Limawaktu.id, - Duet Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna-Ngatiyana kembali melakukan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan terhadap 169 penjabat eselon III dan IV.

Rotasi dan mutasi yang dilaksanakan di Jalan Melong Raya Blok II Taman Melong Raya RW 31 Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi, Senin (30/7/2018) itu merupakan kedua kali sejak keduanya memimpin pada Oktober 2017.

Baca Juga : Asisten II Kota Cimahi Hengkang ke Kota Bandung Bikin Tambah 'Ompong'

Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna mengatakan, mengatakan
pelantikan penjabat dilakukan bukan hanya untuk mengisi kekosongan posisi di sebagian Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saja.

Lebih dari itu, prosesi pelantikan dan mutasi jajaran pejabat di setiap instansi pemerintah merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka peningkatan kapasitas karir pegawai.

Baca Juga : Jelang Purna Bakti, Sekda Kota Cimahi Bocorkan Rotasi dan Pj Sekda 

"Ini sebagai pembenahan dan pemantapan organisasi dalam meningkatkan kinerja dan penyelenggaraan tugas serta pelayanan yang maksimal," kata Ajay usai pelantikan.

Dijelaskannya, pertimbangan utama dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai adalah kompetensi, pengabdian, dan komitmen terhadap tugas serta tanggung jawab kepada negara. Kebijakan mutasi dan rotasi hingga promosi dilakukan melalui penilaian dan seleksi secara ketat dengan memperhatikan kompetensi dan prestasi.

Kepala Badan Pengelolaan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM), Kota Cimahi, Harjono menambahkan, para penjabat yang dilantik merupakan penjabat eselon III-A, III-B, IV-A, dan IV-B, dengan posisi kepala seksi, kepala bidang, hingga sekretaris yang tersebar mulai dari kelurahan, kecamatan, puskesmas, hingga tingkat dinas. Jumlah jabatan kosong di tingkat eselon III-IV sendiri sebanyak 38 posisi.

"Ada satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum terisi karena organisasinya akan dilikuidasi sesuai instruksi pemerintah pusat dengan mengubah statusnya," katanya.

Usai rotasi eselon III-IV, pihaknya bakal menyiapkan seleksi terbuka eselon II. Untuk melaksanakan seleksi, maka pihaknya perlu menyusun panitia seleksi/tim seleksi yang ditetapkan wali kota.

"Setelah pelantikan ini kami bakal menyusun open bidding eselon 2. Kita lapor dulu Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), begitu open bidding disetujui maka pansel yang dibentuk wali kota bisa langsung bekerja," ungkapnya.

Baca Lainnya