Limawaktu.id, Kota Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) mengungkapkan, 40 persen penduduk Kota Cimahi masih membuang limbah domestiknya ke selokan ataupun sungai, sehingga pencemaran air pun masih relatif tinggi.
“Masih ada sekitar 40 persen penduduk Kota Cimahi yang membuang limbah rumah tangganya langsung ke sungai, sehingga mengakibatkan pencemaran air sungai dan menurunkan sanitiasi lingkungan,” ungkap Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perumahan dan Permukiman DPKP Kota Cimahi, Afif Mego Nugroho, kepada Limawaktu.id, Selasa, 7 Oktober 2025.
Menurutnya, dari data aplikasi sicalmers Kementerian PUPR (sistem informasi capaian air limbah, air minum perumahan dan persampahan), data tahun 2024 menunjukan jumlah rumah tangga yang tidak memiliki akses pengolahan limbah domestik sebanyak 20.851 rumah tangga atau sekitar 16, 8 % dari total rumah tangga di Kota Cimahi.
Untuk menanggulangi pencemaran lingkungan akibat dari pembuangan limbah domestik yang dilakukan warga Kota Cimahi, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi menggulirkan program Pembuatan Saluran Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) yang dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dia menyebutkan, Jumlah total IPAL Domesik komunal SPALD yang terbangun sebanyak 152 lokasi, yang dikelola oleh UPTD SPALD hanya 15 lokasi, sisanya dikelola oleh masyarakat.
“ Pada tahun ini sedang dilakukan pembangunan SPALD atau Septic tank Komunal di 6 lokasi se Kota Cimahi yang bisa melayani 401 Kepala Keluarga. Kami sedang melakukan pembangunan SPALD di 6 lokasi yaitu di Kelurahan Baros Kelurahan Citeureup, Kelurahan Cibeureum dan Kelurahan Melong, “ katanya.
Dia menjelaskan, Selain beberapa lokasi yang dibangun Septik Tank Komunal juga ada pembangunan secara individu di 10 Kelurahan yang kapasitasnya untuk 25 KK, sehingga total yang akan dilayani dari pembangunan SPALD tahun ini jumlahnya 651 Kepala Keluarga.
Selain dari DAK tahun ini dari APBD Kota Cimahi juga terdapat rencana pembangunan tangki septik individual sebanyak 124 rumah tangga. Jadi total tahun ini pembangunan tangki septik (baik komunal dan individual) sebanyak 651 + 124 = 775 rumah tangga.
“Pembangunan SPALD tersebut dilakukan salah satunya untuk mengurangi pencemaran air sungai akibat dari bakteri ecoli, menguranu stunting, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Sementara, saat dikonfirmasi terkait dengan program kesehatan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cimahi dr. Romi Abdurakhman, beberapa kali ditemui sedang tidak ada di tempat. Bahkan, saat dihubungi melalui pesan Whatsapp nya, yang bersangkutan tidak memberikan respon.