Selasa, 26 Januari 2021 17:29

200 Kasus Pencemaran di Jabar Masuk Ranah Pengadilan

Reporter : Wawan Gunawan
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mencoba mobil pengintaian dengam drone khusus dan mobile lab untuk pengetesan pencemaran lingkungan.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mencoba mobil pengintaian dengam drone khusus dan mobile lab untuk pengetesan pencemaran lingkungan. [net]

Limawaktu.id,- Pemerintah secara tegas melakukan penegakan hukum terkait dengan pencemaran yang dilakukan ke Sungai Citarum. Bahkan, selama dua tahun terakhir, sudah 200 kasus penegakkan hukum masuk pengadilan.

" Dalam dua tahun ini, 6 kasus inkrah final perdata. 2 kasus inkrah final pidana serta Rp. 13 mil denda diberikan kepada industri yang melakukan pelanggaran," ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Selasa (26/1/2020)

.Penegakan hukum terkait dengan program Citarum sudah dilakukan berbagai upaya termasuk memberikans anksi kepada industri yang diduga melakukan pencemaran ke Sungai Citarum. Ini merupakan progres ketegasan penegakkan hukum kepada mereka atau industri yang mencemari dan mengotori Sungai Citarum selama dua tahun terakhir.

Unrtuk meningkatkan pengawasan di Sungai Citarum, pada Selasa hari ini Satgas Citarum Harum menerima bantuan mobil khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk melakukan pengintaian dengam drone khusus dan mobile lab untuk pengetesan pencemaran lingkungan. Dilengkapi dengan segala rupa teknologi yang canggih.

" Semoga Citarum Harum makin jernih. Dan konsep ini akan dipraktekkan juga di Satgas Cilamaya dan Satgas Cileungsi," jelas Emil.

Dia berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Satgas Citarum Harum, Pemda Jabar dan pemerintah pusat bisa mendukung peningkatahn kualitas lingkungan hidup di Provinsi Jawa Barat.

"Semoga lingkungan hidup Jawa Barat bisa kembali pulih dan jauh dari masalah dan kebencanaan," harapnya.

Baca Lainnya