Rabu, 1 Februari 2023 23:10

120 Produk Fashion Jabar akan Tampil di NYIFW Amerika Serikat

Reporter : Iman Nurdin
Founder IFAF, Lina Marlina memberikan keterangan pers kepada wartawan mengenai New York Indonesia Fashion Week, pada 11 Februari 2023 mendatang di New York Amerika Serikat, Rabu (1/2/2023).
Founder IFAF, Lina Marlina memberikan keterangan pers kepada wartawan mengenai New York Indonesia Fashion Week, pada 11 Februari 2023 mendatang di New York Amerika Serikat, Rabu (1/2/2023). [Iman]

Bandung, limawaktu.id,- Sedikitnya 120 produk Fashion asal Jawa Barat akan dipamerkan di New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) pada 11 Februari 2023 di New York Amerika Serikat. Sebanyak 7 desainer dari 13 desainer Indonesia, berasal dari Jawa Barat melalui Indonesia Fashion Arts and Festival (IFAF).

"Dalam NYIFW memang tidak ada tema khusus. Namun, yang akan dipamerkan nanti Barat, akan membawakan beragam produk fashion berbahan baku dari berbagai daerah di Indonesia," ungkap founder IFAF, Lina Marlina dalam acara konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (1/02/20223).

Menurut Lina yang juga istri Wakil Gubernur Jabar ini, IFAF merupakan yayasan yang mewadahi para pelaku UMKM di bidang fashion. Para pegiatnya salah satunya berharap menciptakan sesuatu event yang go internasional.

"Kita mencoba dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dan menggelar event di luar negeri dengan biaya yang semurah mungkin," tegasnya.

Lina melanjutkan, IFAF ingin memfasilitasi para desainer dan pelaku UMKM di bidang fashion ini untuk memamerkan produknya di Amerika Serikat. Melalui fasilitasi Konsulat Jenderal RI dan Kedutaan di Amerika Serikat pihaknya bisa ikut dalam business matching.

Pihaknya mengharapkan dengan NYIFW menjadi branding untuk meningkatkan brand mereka. Dan produk Indonesia termasuk Jabar bisa dikenal ke mancanegara.

Dikatakan, mereka yang terpilih ikut NYIFW sebelumnya sudah dikurasi dulu. Diakui Lina, dalam proses kurasi cukup banyak desainer yang lolos. Namun, mereka berguguran saat pengurusan visa. Karena mengurus visa ke Amerika itu cukup sulit.

"Banyak yang rontok saat mengurus visa. Sangat kami sayangkan. Namun, mau bagaimana lagi. Kami saja waktu mengurus visa masih deg-degan takut tidak disetujui," jelasnya.

Dikatakan, dalam even IFAF termasuk di event NYIFW pihaknya berharap juga produk Indonesia bisa dikenal lebih luas termasuk ke mancanegara. "Kami dalam hal ini bukan cari keuntungan, tapi kalaupun ada kelebihan keuntungan, akan diperuntukan untuk membantu teman-teman di UMKM. Misalnya untuk mengikuti berbagai event atau pameran dan fashion show," jelasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer