Kamis, 2 November 2017 16:31

10 ASN Pemkot Cimahi Terindikasi Positif Pakai Obat Keras

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas BNN Kota Cimahi melakukan Test Urine.
Petugas BNN Kota Cimahi melakukan Test Urine. [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Berdasarkan hasil sementara, 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan RSUD Cibabat dan Satpol PP terindikasi positif menggunakan obat keras.

Mereka harus menjalani tes urine ulang bersamaan dengan 17 orang ASN lain untuk tes urine susulan karena absen pada tes awal.

"5 (lima) dari RSUD 5 (lima) dari Satpol PP. Kita dorong mereka melakukan tes urine ulang dengan satu indikator dan assessment yang dilakukan oleh petugas assessor bersertifikat di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi," ujar , Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Cimahi, Kamis (2/11/2017).

Menurut Harjono, para ASN yang terindikasi positif tes urine beralasan sedang mengkonsumsi obat medis.

"Untuk itu harus dilaporkan obat yang diminum dan dibawa serta. Kami juga melibatkan psikolog dari RSUD Cibabat untuk mendalami para ASN tersebut," ungkapnya.

Sedangkan, mereka yang absen saat tes urine mengaku sedang sakit dan dinas luar. "Ada yang dinas luar sampai 3 hari, semacam diklat. Tetap saja, mereka harus menjalani tes urine setelah dinas luar selesai, kita kejar kan identitas dan kontaknya jelas ada," katanya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi Ivan Satya Eka didampingi Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi Syamsul Anwar mengatakan, hingga pukul 12.00 WIB, baru 3 orang ASN yang menjalani tes urine ulang atas indikasi positif. Selain itu, baru 5 dari 17 orang ASN yang menjalani tes susulan.

"Yang terindikasi positif menjalani tes ulang dengan parameter yang mendekati hasil positif sebelumnya, nanti kita sinkronkan. Juga didalami kasusnya dalam bentuk assessment," ujarnya.

Jika terindikasi positif akibat obat medis, lanjutnya, pihaknya membutuhkan konfirmasi soal obat yang dikonsumsi.

"Nanti dilihat obatnya ada kandungan apa, hasilnya kita cocokkan dengan indikator yang positif. Kalau ada kesesuaian dan didalami berarti dipastikan dari obat medis. Kalau ternyata hasil pengaruh narkoba, kita beri rekomendasi ke Pemkot Cimahi untuk tindaklanjutnya," katanya.

Ivan menegaskan, BNN Kota Cimahi mendukung langkah Pemkot Cimahi dalam menegakkan aturan soal ASN harus bebas narkoba. "Hasil tes dilaporkan ke Pemkot Cimahi, kami mendukung upaya Pemkot Cimahi mencegah masuknya pengaruh narkoba di lingkungan ASN. Kalau ada yang sudah terpengaruh, kita rehab. Lain lagi kalau sampai masuk jaringan pengedar, sanksinya hukum," ungkapnya.(kit)*