Jumat, 20 Juli 2018 10:24

Viral Surat Perdamaian Risa-Sidiq, Kapolsek Cimahi Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [pixabay]

Limawaktu.id, - Proses hukum kasus kekerasan pria bernama sidiq (26) terhadap risa Fauziah (22) akan tetap dilanjutkan.

Hal tersebut ditegaskan Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto saat ditemui di Mapolsek Cimahi, Jln. Encep Karmita, Kamis (19/7/2018) saat menanggapi viralnya selembaran surat perjanjian damai antara kedua pihak.

Baca Juga : Fenomena Gunung Es Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di Kab Bandung

"Saya tegaskan kalau proses hukum untuk pelaku penganiayaan di rumah kos di Jalan Pesantren, tetap berlanjut sebagaimana mestinya. Saat ini kami sedang melakukan penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut," tegas Indarto.

Menurut Indarto, perjanjian damai biasanya dilakukan oleh pelaku yang menghubungi korban, dihadiri beberapa orang sebagai saksi. Nantinya, surat perjanjian akan digunakan sebagai dasar permohonan pencabutan perkara.

Surat Perjanjian Damai Risa-Sidiq (net)

"Urusan mau damai atau tidak terserah mereka. Kami pihak kepolisian normatif saja, sekiranya ada perkara pidana, seperti penganiayaan, maka akan kami proses. Kalaupun berdamai, tidak otomatis menggugurkan pidananya," jelasnya.

Jika korban ingin mencabut laporan terkait kasus yang sedang berjalan, Indarto mengungkapkan pihaknya harus melakukan komunikasi kepada Kapolres Cimahi terlebih dahulu.

Di dalam surat perjanjian damai yang ditulis dan ditandatangani oleh Risa sebagai korban dan Sidik sebagai pelaku, tertulis jika keduanya telah berdamai dan permasalahan penganiayaan telah selesai secara kekeluargaan.

Bahkan, keduanya meminta agar pemberitaan yang dibuat dan dimuat di berbagai media agar dihapuskan, atau pembuat dan penyebar berita akan dituntut karena telah melakukan pencemaran nama baik.

Indarto menyebut jika beredarnya surat perjanjian yang belum bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, bisa menggiring opini dan menyesatkan masyarakat yang menerima foto dari surat perjanjian damai itu.

Ia berharap masyarakat bisa menyaring berita atau informasi berupa tulisan maupun gambar yang diterima, apalagi yang sumber dan keasliannya masih diragukan.

"Tentu hal semacam itu akan menimbulkan kegaduhan. Orang bisa berpikir kasus pidananya sudah selesai karena sudah berdamai, dan polisi tidak tegas menegakkan aturan hukum. Padahal sampai sekarang pelaku masih ada di tahanan Mapolsek Cimahi. Hal semacam ini perlh diluruskan, termasuk oleh media agar masyarakat mengerti proses hukum yang berjalan," tandasnya.

Aksi penganiayaan yang sukses membuat penonton video itu geram, terjadi di sebuah halaman rumah kos, yang ada di Jalan Pesantren, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kamis (12/7/2018).

Berdasarkan rekaman pada CCTV di rumah kos tersebut, terlihat sangat jelas bagaimana pasangan muda-mudi itu cekcok, dilanjutkan dengan aksi pemukulan sang pria.

Akibat menerima bogem mentah dari pria yang diketahui bernama Sidiq, korban yang bernama Risa, akhirnya tersungkur. Tak berhenti sampai disitu, Sidik dengan tega melancarkan tendangan ke tubuh Risa, meskipun sudah berada di atas tanah.

Beruntung, Satreskrim Polres Cimahi bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap Sidik, di rumah kontrakannya, di Bandung, kurang dari 24 jam pascalaporan yang dibuat oleh korban, Risa, pada hari Minggu (15/7/2018). Saat ini Sidik sedang berada di tahanan Mapolsek Cimahi.

Baca Lainnya