Sabtu, 24 November 2018 13:44

Ungkap Tewasnya Edwin, Polres Cimahi Bentuk Timsus

Reporter : Fery Bangkit 
 Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra.
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Satreskrim Polres Cimahi akan membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk menangani kasus tewasnya Edwin Suradi (58), warga Perum PPI Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin.

Seperti diketahui, pengusaha air isi ulang itu ditemukan tewas bersimbah darah di halaman rumah kosong di Jalan Rancabeulut Nomor 906 RT 01/01 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah. Kuat dugaan ia dianiaya hingga menyebabkan nyawa melayang.

Baca Juga : Edwin Ditemukan Bersimbah Darah di Halaman Rumah Kosong

"Kita akan membentuk tim khusus untuk menangani perkara ini," kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (24/11/2018).

Untuk menangani perkara ini, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Selain itu, ada sekitar 14 barang bukti yang diamankan dari sekitar lokasi ditemukannya korban.

Baca Juga : Pengusaha Galon Tewas di Halaman Rumah Kosong, Polisi:Prediksi Kami Mengarah Pada Penganiayaan

"Barang bukti ada 14," kata Niko.

Niko menegaskan, korban diduga kuat jadi korban kekerasan sehingga meninggal. Hasil pemeriksaan sementara, luka yang cukup serius itu di bagian kepala korban.

Baca Juga : Sandal dan Bungkus Kopi jadi Barang Bukti Tewasnya Pengusaha Galon di Cimahi

Namun untuk lebih pastinya, masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit Polri Sartika Asih. Jika hasilnya sudah keluar, nanti bakal diketahui berapa jumlah luka yang ada di kepala korban.

Niko mengaku belum bisa berbicara banyak soal korban yang tergeletak di lokasi kejadian. Apakah sempat ada perkelahian, atau diseret pelaku ke tempat kejadian. Namun, dekat mayat korban darah berceceran di lantai, dan ada cipratan darah di tembok.

Baca Juga : Kesaksian Adik Korban: Pas Saya Ngecek Ternyata Kakak Saya

"(Adanya perkelahian) masih kita dalami. Korban diseret ke TKP, itu nanti kita buktikan di rekonstruksi," ujarnya.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), selain darah yang menggenang di lokasi penemuan, Polres Cimahi juga akan mendalami adanya cipratan darah di tembok tak jauh dari lokasi penemuan mayat korban. 

"Betul ada cipratan darah di tembok. Kita masih dalami, apakah itu darah korban atau bukan," kata Niko.

Baca Lainnya