Kamis, 26 Juli 2018 14:25

Terdakwa Penganiayaan Terhadap Komandan Brigade Persis Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Reporter : Fery Bangkit 
 Sidang tuntutan terkait Penganiayaan terhadap komandan brigade persis di pengadilan negeri (PN) kelas 1A khusus bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (26/7/2018).
Sidang tuntutan terkait Penganiayaan terhadap komandan brigade persis di pengadilan negeri (PN) kelas 1A khusus bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (26/7/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pelaku Penganiayaan terhadap Komandan Brigade Persis Ustadz Prawoto, Asep Maftuh dituntut 6,5 tahun penjara Terdakwa terbukti melanggar pasal 351 ayat 3 KUHPidana sebagaimana dakwaan kedua.

Hal tersebut terungkap dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (26/7/2018).

Dalam amar tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung Dina Aneu menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain sebagaimana dakwaan kedua, yakni pasal 351 ayat 3 (tiga) KUHPidana.

"Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 6 (enam) tahun, 6 (enam) bulan dikurangi masa tahanan," katanya.

Sebelum membacakan tuntutannya, Dina juga menyebutkan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan menghilangkan nyawa Ustad Prawoto.

Sementara untuk hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan selama di persidangan, terdakwa menyesali peebuatannya dan tidak akan mengulangi lagi dikemudian hari.

Usai tuntutan dibacakan, Ketua Majelis Wasdi Pramana pun mempersilakan terdakwa untuk berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. Terdakwa lewat kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan pekan depan.

Dalam kesimpulannya, Dian Aneu menyatalan berdasarkan data dan fakta yang terungkap di persidangan, tersdakwa dipandang mampu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, meskipun sempat dirawat dan diperiksa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Seperti diketahui Asep Maftuh pada Kamis (1/2/2018) di blok Sawah, Kelurahan Cigondewah, Kecamatan Bandung dengan sengaja menghilangkan orang lain dengan cara memukul kepala dan tubuh korban menggunakan pipa besi.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur pasal 340 dakwaan pertama, dan pasal 351 dakwan kedua," katanya.

Pemukulan terhadap korban dipicu marahnya terdakwa kepada korban yang mengurus tanah tempat terdakwa tinggal, dan tidak terima dengan sikap korban. Terdakwa melempari rumah korban dengan tanah kemudian ditegur oleh korban dengan kata-kata 'hey-hey'.

Tak terima teguran korban, terdakwa yang sudah membawa batang pipa besi langsung dipukulkan ke dinding rumah korban. Melihat itu, korban langsung keluar dan lari. Namun langsung dikejar oleh terdakwa sambil membawa pipa besi.

Korban kemudian jatuh di pinggir warung dengan posisi terduduk menyandar tembok, dan terdakwa dihadapannya langsung menghantamkan pipa besi ke kepala dan wajah korban namun ditangkis, tapi terdakwa terus memukul korban ke arah kening dan kepala sehingga mengalami luka sobek dan terbuka di beberapa bagian, termasuk tangan kanan.

Atas perbuatannya, terdakwa didakwa pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam dakwaan pertama, dan pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan yang menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana diatur dalam dakwaan kedua.

Baca Lainnya