Kamis, 23 Agustus 2018 16:57

Terdakwa Pengainaya Komandan Persis Divonis 7 Tahun, Brigade Persis:Nyawa Harus Dibayar Nyawa!

Reporter : Fery Bangkit 
Terdakwa, Asep Maftuh (diikat) Sesaat Sebelum Sidang Vonis di PN Bandunh Jln. RE Martadinata, Kamisb(23/8/2018).
Terdakwa, Asep Maftuh (diikat) Sesaat Sebelum Sidang Vonis di PN Bandunh Jln. RE Martadinata, Kamisb(23/8/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Asep Maftuh divonis hukuman tujuh tahun penjara dalam kasus penganiayaan yang menewaskan Komandan Brigade Persis Ustadz Prawoto.

Vonis tersebut lebih berat enam bulan, dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung, yakni 6,5 tahun.

Baca Juga : Pledoi Terdakwa Penganiaya Ustadz Persis Ditolak JPU Kejari Bandung

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus penganiayaan yang menewaskan Komandan Brigade Persis Ustadz Prawoto, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (23/8/2018).

Dalam amar putusannya, Hakim Ketua Wasdi Permana menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Baca Juga : Hakim Bacakan Amar Putusan Terdakwa Penganiaya Ustadz Persis

"Menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun," katanya.

Dalam pertimbangannya, Wasdi menyebutkan perbuatan terdakwa menyebabkan orang lain meninggal dunia, dan tidak ada yang meringankan. Selain itu, dari hasil keterangan ahli psikolog jika terdakwa tidak mengalami gangguan jiwa dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kendati putusan yang diberikan majelis lebih tinggi, namun puluhan pengunjung dari Brigade Persis kecewa. Banyak dari mereka yang mengeluarkan sumpah serapah atas putusan majelis tersebut.

"Saya tunggu kamu tujuh tahun Asep Maftuh. Nyawa harus dibayar nyawa," ujar seorang pengunjung persidangan.

Baca Lainnya