Kamis, 10 Mei 2018 17:32

Sikap Hati-hati Disnakertrans Kota Cimahi Terkait Pabrik Nakal

Reporter : Fery Bangkit 
Air Limbah Industri.
Air Limbah Industri. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi ditutupnya salah satu Pabrik di Cimahi.

Kepala Disnakertrans Kota Cimahi Supendi Heriyadi mengatakan, pihaknya akan menunggu laporan resmi terlebih dahulu dengan pihak terkait.

"Saya belum dapat laporan resmi berapa (pabrik) yang ditutup. Saya intruksikan (pegawai Dinsnakertrans) untuk berkoordinasi dengan pengawas dan perusahaan," katanya Kamis (10/5/2018).

Seperti diketahui 12 pabrik sudah kedapatan oleh Satgas 21 Citarum Harum membuang Limbah langsung ke aliran sungai, bahkan satu diantaranya telah dilakukan Penutupan oleh Polda Jabar, lantaran sama sekali tidak memiliki IPAL.

Supendi Heriyadi, klasifikasi perusahaan besar itu yang karyawannya mulai dari 100 karyawan ke atas.

"Iya yang termasuk perusahaan besar itu yang karyawannya 100 ke atas. Itu bisa disebut perusahaan besar," ujar.

Berdasarkan Disnakertrans Kota Cimahi, jumlah perusahaan di Cimahi mencapai 593 perusahaan. Ada 131 perusahaan besar, 91 perusahaan sedang, 282 perusahaan kecil dan 89 perusahaan mikro dengan jumlah pekerjanya mencapai 82 ribu.

Sebelumnya Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna menyebut pabrik yang telah kedapatan pencemar limbah di Kota Cimahi itu karyawannya rata-rata bisa mencapai 300 hingga 1.000 orang.

Sementara terkait adanya pabrik yang ditutup karena tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan mencemari aliran sungai, Disnakertrans Kota Cimahi akan berkoordinasi dengan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat.

Pasalnya, dengan adanya pabrik yang ditutup tersebut akan menyebabkan ratusan karyawannya terdampak karena kehilangan pekerjaannya.

Atas hal tersebut, Supendi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan terhadap pabrik yang ditutup tersebut.

"Kita akan pastikan dulu, pabrik yang ditutup itu adanya pelanggaran terkait limbah yang menyebabkan karyawannya jadi tidak bekerja," katanya.

Kemudian pihaknya pun akan melakukan pengecekan terhadap pabrik yang telah ditutup karena mencemari lingkungan dengan limbah cair tersebut.

"Tapi langkah-langkah kita juga harus berbicara dengan manajemen perusahaan, nanti," ujarnya.

Seperti diketahui, pabrik yang ditutup tersebut yakni PT CM 2000 yang berlokasi di berlokasi di Jalan Cibaligo, Blok Mancong, RT 02/01, Desa Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Penutupan tersebut dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar lantaran diduga ada pelanggaran tindak pidana dibidang pengelolaan lingkungan hidup di lingkungan pabrik tersebut.

Baca Lainnya