Senin, 13 Agustus 2018 13:50

Sidang Minimarket Nakal di Cimahi, Begini Putusan Hakim PN Bale Bandung

Reporter : Fery Bangkit 
Proses Sidang Tipiring di Aula Kecamatan Cimahi Utara, Jln. Jati Serut, Senin (13/8/2018).
Proses Sidang Tipiring di Aula Kecamatan Cimahi Utara, Jln. Jati Serut, Senin (13/8/2018). [limawaktu]

Limawaktu.id, - Tiga minimarket di Kota Cimahi masing-masing dijatuhi denda Rp 20 juta karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Hal itu terungkap dalam sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Jati Serut, Senin (13/8/2018). Sidang dipimpin Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung, Panji Surono.

Baca Juga : Nekat, Enam Minimarket Ditutup Permanen Satpol PP Kota Cimahi

"Rp 20 juta ini kita memberikan efek jera agar tidak melakukan (pelanggaran Perda) lagi," kata Panji usai sidang Tipiring.

Selain minimarket, dalam sidang Tipiring itu juga sekaligus menyidangkan pelanggaran IMB asrama berbayar, perumahan Griya Asri Cireundeu dan Pedagang Kaki Lima (PKL). Untuk asrama berbayar, dijatuhi denda Rp 6 juta. Sedangkan PKL hanya Rp 50 ribu.

Baca Juga : Banyak Minimarket Bodong, Satpol PP Intensifkan Pemantauan

Ditegaskan Panji, pemberian denda ini semata-mata untuk memberikan efek jera terhadap para pelanggar. Selain itu, sebagai contoh juga bagi para pelaku usaha lainnya agar tidak melakukan pelanggaran yang sama.

"Paling penting akui kesalahan dan gak mengulangi," ucapnya.

Terakhir, Panji meminta kepada para pelanggar, khususnya pelanggar IMB agar segera menyelesaikan proses perizinan. Dia juga meminta pihak Pemerintah Kota Cimahi melalui Satpol PP akan membantu memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha terkait perizinan.

Di tempat sama, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Cimahi, Rini mengatakan, pihaknya hanya bertuga menjalankan tugas sesuai Perda.

"Kita hanya menyampaikan, ini loh pelanggaran. Mudah-mudahan menjadi efek jera," kata Rini.

Untuk pelanggaran minimarket, diakui Rini selama ini masih menjadi ancaman bagi pelaku usaha tradisional. Maka dari itu, bagi minimarket yang belum berizin, akan menjadi atensi khusus dari Satpol PP Kota Cimahi.

"Minimarket itu berpengaruh terhadap pasar tradisional di sekitarnya," tuturnya.

Khusus pelanggaran IMB perumahan di Kampung Adat Cireundeu, meski sudah berhenti beroperasi, pihaknya tetap melakukan pemantauan.

"Sekarang masih berhenti sampai ada izin," tandasnya.

Baca Lainnya