Kamis, 10 Mei 2018 12:46

SETARA: Evaluasi Sistem Penjara Napi Teroris dan Hentikan Intoleransi

Reporter : Jumadi Kusuma
Logo SETARA.
Logo SETARA. [Net]

Limawaktu.id - Penyerangan narapidana teroris terhadap aparat kepolisian 8/5 di Mako Brimob menimbulkan korban jiwa 5 orang dari aparat dan 1 narapidana teroris. SETARA Institute menyampaikan duka atas gugurnya sejumlah anggota Polri dalam penanganan Kerusuhan tersebut, demikian komentar pers Hendardi, Ketua Setara Institute, Rabu (9/5/10).

Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan narapidana dan lembaga pemasyarakatan terorisme tidak bisa menggunakan standar biasa karena narapidana teroris masuk kategori high risk dan perlu penanganan khusus.

"Pemerintah harus memberikan dukungan penguatan Lapas untuk jenis-jenis kejahatan serius," tandas Hendardi.

Penyerangan napi terorisme menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror masih eksis dan efektif berjejaring dan terus menjadi ancaman bagi keamanan.

"Peristiwa ini mengingatkan semua pihak untuk tidak berkompromi dengan radikalisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan ideologi bangsa", ujarnya mengingatkan.

Penyikapan atas terorisme harus terus dilakukan dan dimulai dari hulu terorisme, yakni intoleransi.

"Semua pihak harus menghentikan politisasi isu intoleransi dan radikalisme hanya untuk kepentingan politik elektoral 2018 dan 2019, yang justru memberikan ruang bagi kebangkitan kelompok ekstrimis," pungkas Hendardi.

Baca Lainnya