Jumat, 20 Juli 2018 19:20

Sempat Buron, Akhirnya Gareng Ditangkap Polisi

Reporter : Fery Bangkit 
S alias Gareng (DPO pelaku curanmor) akhirnya ditangkap anggota Satreskrim Polres Cimahi di Kp. Lembang Dano, Dusun Cipada, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.
S alias Gareng (DPO pelaku curanmor) akhirnya ditangkap anggota Satreskrim Polres Cimahi di Kp. Lembang Dano, Dusun Cipada, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sempat jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron, S alias gareng akhirnya ditangkap anggota Satreskrim Polres Cimahi di Kp. Lembang Dano, Dusun Cipada, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, belum lama ini.

Pelaku yang merupakan spesialis pencurian kendaraan roda empat itu sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya terpaksa dilakukan tindakan penembakan di bagian kakinya.

Baca Juga : Dor ! Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Cikalong

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan, saat hendak diamankan Gareng melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam, sehingga bisa mengancam jiwa petugas.

"Jadi dengan terpaksa petugas harus mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku," ujar Rusdy di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Jumat (20/7/2018).

Baca Juga : Come Back Iyus ke Dunia Hitam, Disambut Timah Panas Polisi

Selain di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Gareng juga kerap melakukan pencurian di wilayah Kota Cimahi dan saat ini polisi masih mengembangkan TKP mapun pelaku yang lainnya.

"Di wilayah Cimahi saja ada 4 (empat) TKP. Tapi rekan kejahatan dia yang lainnya sudah kami amankan dan sudah di proses atau sudah tahap dua ke kejaksaan," kata Rusdy.

Baca Juga : Empat Tersangka Kriminal Diciduk Anggota Reskrim Polres Cimahi

Rusdy mengatakan, kendaraan roda empat yang dicuri pelaku itu mobil pick up merk Mitsubishi warna putih dengan plat nomor T 8972 H milik pelapor Ujang Sutisna.

Polisi juga mengamankan barang bukti, satu Unit pick up merek Mitsubishi beserta STNK-nya, satu unit Daihatsu Hijet 100 beserta STNK-nya, satu buah kunci astag dan satu buah kunci roda.

Saat melakukan aksinya, lanjut Rusdy, pelaku bekerjasama dengan rekannya Rahmat yang telah divonis di pengadilan. Saat itu Rahmat membongkar pintu mobil dan merusak kontak mobil, sehingga mobil itu bisa menyala karena menggunakan obeng dan kunci astag.

"Gareng mengawasi keadaan sekitar, setelah itu mobil dibawa oleh kedua pelaku dan Gareng mendapat uang Rp 300 ribu dari Rahmat," kata Rusdy.

Dihadapan Polisi, Gareng mengaku melakukan aksi pencurian tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

"Terpaksa karena faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," kata Gareng.

Rusdy menambahkan, atas perbuatanya, Gareng dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3,4,5 KHUP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Baca Lainnya