Selasa, 24 Oktober 2017 18:50

Sejak 2015 Melati Dicabuli Ayah Tirinya

Polisi memperlihatkan barang bukti yang diamankan Satreskrim Polres Bandung.
Polisi memperlihatkan barang bukti yang diamankan Satreskrim Polres Bandung. [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Satreskrim Polres Bandung berhasil membongkar dugaan perbuatan sadis yang dilakukan JS, 43, terhadap anak tirinya yang masih dibawah umur, yakni Melati, 11,  sejak   2015 lalu, atau saat korban berusia sembilan tahun tepatnya saat di kelas empat Sekolah Dasar.

KBO Reskrim Polres Bandung, Iptu Fitran Romajimah mengungkapkan, kejadian pencabulan ini dilakukan oleh seorang ayah tiri terhadap anak tirinya. Tersangka terakhir melakukan perbuatan tidak senonoh pada pada Sabtu (07/10) lalu sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

"Menurut keterangan ibu kandungnya, korban ditemukan dalam kondisi kancing baju yang terbuka dan dalam keadaan rusak lubang kancingnya. Kemudian setelah dihujam beberapa pertanyaan oleh ibu kandung korban, akhirnya korban mengakui kalau korban pernah dicium bibir dan dihisap bagian payudaranya," kata Fitran di Mapolres Bandung, Selasa (24/10/2017).

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjut Fitran, tersangka mengaku ketika anak korban sedang tertidur bersama tersangka di kamar atas, tiba-tiba tersangka menciumi rambut, pipi dan bibir korban. Setelah tahu dijamah oleh tersangka, korban kemudian melakukan perlawanan dengan cara berontak hingga tersangka memegangi korban supaya tidak berontak kembali.

Fitran pun mengatakan, petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu buah kemeja levis panjang biru, satu buah celana panjang abu-abu, satu celana dalam berwarna merah, kaus dalam berwarna kuning dan celana dalam biru navy dengan bercak cairan putih sebagai barang bukti yang menyatakan kalau korban melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

"Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat pasal 82 ayat 2 Undang-undang (UU) no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 mengenai perlindungan terhadap anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara ditambah 1/3 pidananya apabila yang melakukan adalah orang tua wali, pengasuh, pendidik atau tenaga pendidikan," tegasnya. (lie)

Baca Lainnya