Rabu, 4 Oktober 2017 22:57

Saber Pungli Tangkap Tangan Oknum PNS di Cirebon

Kriminal Saber Pungli
Tim Saber Pungli sedang memeriksa oknum PNS yang diduga melakukan Pungli Sertifikat Prona
Tim Saber Pungli sedang memeriksa oknum PNS yang diduga melakukan Pungli Sertifikat Prona [limawaktu]

Limawaktu.id, - Tim Saber Pungli kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) , kali ini terjadi di Kabupaten Cirebon terhadap dugaan Pungli pelayanan penerbitan sertifikat tanah dalam program Prona di Desa Cipanas Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, pada Rabu (4/10) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan, bahwa Tim UPP Saber Pungli Pokja Penindakan telah melakukan OTT bersama Polsek Dukupuntang dan Satreskrim Polres Cirebon.

Dalam OTT tersebut, lanjut Yusri, petugas telah mengamankan dua orang laki-laki warga Desa Cipanas Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon, karena telah melakukan pungutan uang dari para pemohon program PRONA tahun 2017, kedua tersangka tersebut yakni berinisial S (50) merupakan PNS yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD dan AS (50) seorang buruh.

Tim saber pungli Res Cirebon bersama dengan anggota Polsek Dukuhpuntang mendapat informasi akan adanya penyerahan uang pungutan peserta Prona dari AS kepada S. kemudian tim melakukan penyelidikan dengan cara mendatangi rumah tersangka S.

"Setelah sampai di rumah S benar telah terjadi penyerahan uang Rp. 15.400.000,- yang  berasal dari warga untuk biaya pengurusan sertifikat tanah ( Prona )," kata Yusri saat memberikan keterangannya, Rabu (4/10) malam.

Yusri pun mengungkapkan, selain kedua tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti ke Mapolres Cirebon guna kepentingan penyelidikan.

"Barang Bukti yang berhasil diamankan yaitu, uang senialai Rp. 15.400.000, 1 bandel rekapan pendaftaran Prona Ds. Cipanas, 1 bandel buku kas umum Ds. Cipanas, 1 bandel kwitansi penyetoran uang dari kordinator pembuatan sertifikat Prona, 1 bandel nota pengeluaran makan dan pengeluaran material, 1 buku nota warna hijau merah paoerline, 1 lembar catatan pengeluaran operasional Prona. Saat ini petugas telah melakukan koordinasi dan Pokja Yustisi untuk mendalami dugaan perbuatan pidananya," pungkasnya. (lie)