Kamis, 16 Agustus 2018 17:53

Reka Ulang Kasus Gigitan Maut Berjalan Alot, ini Sebabnya

Reporter : Fery Bangkit 
Reka Ulang Kasus Gigitan Maut, Bertempat di rumah kontrakan di Jln. Cempaka RT 05/15, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pada Kamis (16/8/2018)
Reka Ulang Kasus Gigitan Maut, Bertempat di rumah kontrakan di Jln. Cempaka RT 05/15, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pada Kamis (16/8/2018) [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Bertempat di rumah kontrakan di Jln. Cempaka RT 05/15, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pada Kamis (16/8/2018), digelar rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap Raditia (3).

Pantauan di lokasi, tersangka AR (28) dihadirkan Tim Inafis Polda Jabar dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. AR disebut merupakan suami sirih dari ibu korban, IR (26).

Baca Juga : Berlangsung Tertutup, Rekonstruksi Kasus Gigitan Maut Bikin Warga Kesal

Rekonstruksi sendiri berlangsung lama dan tak lancar karena tersangka maupun saksi mengaku tidak mengingat secara percis kejadian sebenarnya. Bahkan, ada adegan beberapa adegan yang diulang karena beda pengakuan antara saksi dengan tersangka.

"Tadi berbelit-belit. Mulainya pukul 12.45-15.00 WIB," terang salah seorang Anggota Tim Inafis Polda Jabar.

Selain di Jln. Cempaka, Reka Ulang juga dilakukan di rumah kontrakan sebelumnya, yakni di Gang Alpakah, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Total ada sekitar 21 adegan yang diperagakan tersangka dan saksi.

Rekonstruksi sempat berjalan tertutup, sehingga awak media pun dilarang untuk mengambil gambar. Namun, ketika adegan di luar kontrakan, tepatnya adegan ke-17, barulah diperbolehkan mengambil gambar.

Warga sekitar yang menyaksikan jalannya reka ulang pun tak henti menyoraki tersangka. Apalagi, ketika tersangka dibawa keluar rumah kontrakan.

Adelia (28), rekan ibu korban yang menyaksikan jalannya adegan pun dibuat kesal oleh tersangka. Pasalnya, dari belasan adegan yang disaksikannya, kebanyakan lupa dan tidak mengakui. Padahal, setahu Adelia, perlakuan AR terhadap korban sangatlah kasar.

"Berbelit-belit, belum mau ngaku. Padahal lukanya ada di pipi, pelipis. Terus ditonjok, dimasukin ember dan dibanjur," kata Adelia.

Sebelum meninggal, ia kerap mendapati korban terluka. Bahkan, sempat ada luka jahitan. Namun, setiap ditanyakan, jawabannya dikarenakan korban jatuh.

"Dia (korban) juga sempat kabur ke rumah saya," ucapnya.

Menurut Adelia, tersangka AR merupakan suami siri dari ibu korban, IR. IR saat ini tengah mengandung anak hasil pernikahan sirinya itu.

"Aldo (tersangkanya) setahu saya pengangguran," tandasnya.

Sebelumnya, Raditia (3) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat penganiayaan yang dilakukan tersangka AR. Menurut pengakuan sebelumnya, tersangka kesal kepada korban sehingga menganiayanya dengan cara digigit dan dipukul.

Baca Lainnya