Rabu, 18 Oktober 2017 18:37

Polres Bandung Gagalkan Peredaran Ganja

Kepala Satres Narkoba Polres Bandung, AKP Agus Susanto didampingi KBO Sat Narkoba, Ipda Ilham dan Kasubag humas Polres Bandung AKP Ety Mulyati saat gelar perkara.
Kepala Satres Narkoba Polres Bandung, AKP Agus Susanto didampingi KBO Sat Narkoba, Ipda Ilham dan Kasubag humas Polres Bandung AKP Ety Mulyati saat gelar perkara. [Limawaktu]

Limawaktu.id - 10 kilogram narkotika jenis Ganja kering siap edar, berhasil digagalkan Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Bandung. Selain ganja, petugas kepolisian pun berhasil menangkap AS yang merupakan seorang pengedar yang akan mengedarkan barang haram itu ke berbagai wilayah.

Kepala Satres Narkoba Polres Bandung, AKP Agus Susanto didampingi KBO Sat Narkoba, Ipda Ilham dan Kasubag humas Polres Bandung AKP Ety Mulyati mengatakan, ganja siap edar ini rencananya akan disebar ke berbagai wilayah, yakni, Soreang, Baleendah dan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Menurutnya, ganja tersebut milik MM yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Satu bulan lalu kami mendapatkan informasi, bahwa tersangka AS memiliki narkotika jenis ganja. Sehingga kami langsung melakukan penangkapan di Kecamatan Pameungpeuk," kata Agus saat gelar perkara di Mapolres Bandung, Rabu (18/10).

Agus mengungkapkan, dari tangan AS, pihaknya mendapatkan barang bukti sebanyak satu kilogram ganja. Dan setelah AS di Interograsi, Ia (AS) mengaku dirinya dan MM dihubungkan oleh seorang warga Binaan Lapas Narkoba Jelekong.

"Kami bekerjasama dengan jajaran lapas, dan diberikan akses untuk melakukan penyisiran didalam lapas. Sehingga, kami mendapatkan informasi bahwa warga binaan lapas  merupakan saudara dari MM. Kemudian kami datangi rumah MM di daerah Baleendah, dan menemukan delapan kilogram lebih ganja kering," katanya.

MM diduga kuat memiliki ganja, saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Sebelumnya, Polisi melakukan pemantauan selama 6 jam di rumah MM, namun tidak ada pergerakan apapun, sehingga akhirnya polisi melakukan upaya paksa untuk menggeledah rumah MM.

"Kalau ditaksir, ganja seberat hampir 10 kilogram ini bisa mencapai Rp.15 juta. Ganja itu didapatkan dari Aceh untuk diedarkan di Soreang, Baleendah, Ciwidey dan sekitarnya," jelasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, katanya, Sat Narkoba Polres Bandung akan terus melakukan komunikasi dengan pihak Lapas Narkoba Jelekong, untuk memantau supaya jangan sampai kasus Peredaran narkotika terjadi di dalam dan dari lapas.

"Untuk pengawasan saya kira sudah semaksimal mungkin, namun memang karena keterbatasan personel di lapas, jadi tidak bisa memantau perorangan yang memiliki alat komunikasi. Sehingga warga binaan bisa dengan mudah memberikan koordinasi dengan orang di luar lapas," ucapnya.

Akibat perbuatannya tersangka AS dijerat Pasal 112 dan 114 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun. (lie)

Baca Lainnya