Selasa, 22 Januari 2019 16:15

Polisi Gadungan Tipu 2 Orang Perempuan

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memerlihatkan barang bukti saat ekspose di Mapolda Jabar, Selasa (22/1).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memerlihatkan barang bukti saat ekspose di Mapolda Jabar, Selasa (22/1). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Modus penipuan dengan mengaku sebagai anggota kepolisian masih terjadi. Kali ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat menangkap SH (29), warga Batununggal, Kota Bandung, yang menipu sejumlah perempuan. 

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, tersangka melakukan penipuan melalui media sosial dengan menggunakan akun Instagram atas nama sigit32Ind. 

"Dalam akun media sosial itu, tersangka menggunakan atribut, seolah-olah yang bersangkutan adalah anggota Polri," ujar Trunoyudo, dalam ekspose di Markas Polda Jabar, Selasa (22/1).

Truno menyebut, dengan mengaku sebagai anggota kepolisian, tersangka leluasa melakukan tipu daya kepada korbannya. Dua perempuan menjadi korban penipuan tersangka. Karena percaya jika SH adalah polisi, korban meminta bantuan kepada tersangka untuk melakukan pengurusan masalah kepolisian, seperti penipuan atau penggelapan. 

"Tersangka menggunakan atribut kepolisian, seolah-olah yang bersangkutan anggota reserse, dan bisa mengurus suatu kasus yang ditangani penyidik," tutur Truno.

Bahkan, demi meyakinkan korbannya, SH menenteng senjata api, yang setelah diselidiki lebih lanjut barang itu hanya korek api. Sementara, atribut kepolisian seperti kaos bertuliskan 'Turn Back Crime' maupun berlambang Polri diperoleh pelaku dari toko yang menjual barang-barang tersebut. 

"Uang yang diminta kepada kedua korban sekitar Rp 23 juta dan sudah ditransfer," sebut Truno. 

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jabar AKBP Hari Brata menambahkan, jika tersangka memang memiliki keinginan untuk menjadi anggota polisi, namun cita-citanya itu tidak tercapai. Hanya saja, Hari belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan pernah mendaftar atau mengikuti pelatihan sebagai personel kepolisian. 

"Kami belum tahu (apakah pernah mendaftar anggota Polri). Kami masih mendalami hal tersebut. Namun, yang bersangkutan memang memiliki keinginan menjadi polisi," imbuh mantan Kapolres Sumedang tersebut. 
Selain tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti, diantaranya korek api berbentuk senjata api jenis pistol, satu unit telepon genggam, beberapa atribut kepolisian, dan satu unit mobil Suzuki Ertiga. 

Akibat aksinya tersebut, pelaku dijerat Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Serta, Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Yang bersangkutan terancam penjara diatas lima tahun. (*)

Baca Lainnya