Sabtu, 30 September 2017 17:33

Polisi Endus Pembuat Nata de Coco dicampur ZA sejenis Urea

Pabrik pembuat Nata de Coco di Police Line
Pabrik pembuat Nata de Coco di Police Line [limawaktu]

Limawaktu.id, - Sat Reskrim Polres Majalengka berhasil mengungkap tindak pidana pangan jenis Nata de Coco yang dicampur dengan ZA sejenis urea. Gudang pembuatan makanan tersebut berada di Blok Sawah Leuga, Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, pihaknya telah berhasil mengungkap perdaganganan bahan baku makanan jenis Nata de Coco yang dicampur dengan urea dari salah seorang pemilik pabrik UKM Nata Citra Mandiri yang berinisial UA.

UA, lanjut Yusri, memproduksi dan memperdagangkan bahan baku pangan jenis Nata de Coco DE dengan cara air kelapa disaring terlebih dahulu di bak penampungan air kelapa lalu dimasukan ke panci dengan volume 100 liter air kelapa dipanaskan kemudian dicampur menggunakan 500 gram gula pasir, 500 mm air Cuka, 100 Gram ZA / Sejenis UREA untuk tanaman.

Air kelapa yang sudah mendidih disaring lagi ke dalam ember plastik kemudian diambil menggunakan gayung plastik lalu dituangkan ke baki plastik dengan ditutup menggunakan kertas Koran dan diikat menggunakan karet dengan tujuan untuk dicetak.

"Nata de Coco tersebut disimpan selama satu malam kemudian setelah satu malam dicampur lagi dengan cairan bibit COCO, setelah tercampur kemudian disimpan lagi selama satu minggu," kata Yusri saat memberikan keterangannya, Sabtu (30/9/2017) sore.

Yusri juga menjelaskan, pelaku bermodus menggunakan ZA / Sejenis UREA untuk tanaman sehubungan agar NATA DE COCO tersebut bisa menggumpal, menjadi kenyal dan waktu memanen lebih cepat sekira 1 minggu, apabila tidak menggunakan ZA / Sejenis UREA untuk tanaman waktu memanen sekira 3 – 4 minggu. Selain hal tersebut dapat menghemat ongkos pembuatan NATA DE COCO.

Dari pabrik tersebut, ucap Yusri, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu buah panic stenles warna hitam, dua buah Corong, dua buah gelas plastik, ember plastik, pompa sedot plastic warna merah dan bening, tatakan plastik berisikan bahan Nata De Coco, jirigen plastik berisikan Asam Asetat (Cuka), ½ karung berisikan ZA / sejenis UREA untuk tanaman, karung berisikan gula pasir, botol berisikan bahan Nata De Coco, 50 tatakan berbahan plastik. Satu karung Nata De Coco jadi dan dua jirigen berisikan air kelapa.

"Dari hasil pemeriksaan berdasarkan terhadap para Saksi, Terlapor, dan Barang Bukti yang disita maka terhadap terlapor tersebut dapat dikenakan Pasal 135 dan atau Pasal 136 dan atau pasal 140 UU RI No, 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 4.000.000.000,- (Empat Milyar Rupiah)," pungkasnya. (lie)