Kamis, 29 Maret 2018 16:26

Polda Jabar Ringkus Penjual Online Satwa Langka

Reporter : Jumadi Kusuma
Ekpose Polda Jabar tentang Penangkapan Pelaku Penjual Secara Online Hewan Langka yang Dilindungi, Kamis (29/3/18).
Ekpose Polda Jabar tentang Penangkapan Pelaku Penjual Secara Online Hewan Langka yang Dilindungi, Kamis (29/3/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Buruh harian lepas berinisial RA (28 tahun) diringkus jajaran Polda Jabar karena terbukti menjadi penadah dan Penjual Satwa Langka yang dilindungi. Pelaku tunggal tersebut melakukan aksinya secara online.

Hal tersebut terungkap dalam Ekpose Polda Jabar tentang Penangkapan Pelaku Penjual Secara Online Hewan Langka yang Dilindungi, Kamis (29/3/18).

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto yang didampingi Kabid Humas AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa hewan yang berhasil diamankan dari tangan tersangka diantaranya Elang Bondol, Elang Laut Dada Putih, Alap-Aap Jambul, dan Paria.

"Tersangka merupakan penadah yang akan kita kembangkan jaringannya”, ujar Agung.

Adapun kronologis penangkapan tersangka menurut Agung, berawal pada Selasa 27 Maret 2018 sekitar pukul 14.00 WIB, Petugas Unit II dan IV Subdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus Polda Jabar bersama-sama Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jabar melakukan penyelidikan.

Di lokasi petugas bertemu dengan tersangka RA selaku pemilik yang mengaku bahwa dirinya telah melakukan kegiatan memiliki, memelihara dan memperdagangkan satwa jenis burung elang terhitung sejak awal 2017 sampai sekarang.

“Modus operandi untuk mendapatkan hewan-hewan tersebut tersangka mendapatkannya secara online, kemudian menjualnya online juga", jelas Agung.

Menurut Agung, kasus tindak pidana tersebut yaitu dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) Jo.Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

"Tersangka kami tahan karena ancaman hukumnya diatas lima tahun dan denda Rp 100 juta. Tersangka bertindak sebagai penadah secara online dan menjualnya pun online”, pungkas Agung.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer