Kamis, 9 Agustus 2018 14:31

Pledoi Terdakwa Penganiaya Ustadz Persis Ditolak JPU Kejari Bandung

Reporter : Fery Bangkit 
Sidang Asep Maftuh di PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (9/8/2018)
Sidang Asep Maftuh di PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (9/8/2018). [limawaktu]

Limawaktu.id, - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung menolak seutuhnya atas pembelaan yang dilakukan oleh tim kuasa hukum terdakwa Asep Maftuh.

Sebelumnya diberitakan, agenda persidangan majelis hakim akan membacakan amar putusan. Namun, sidang beragendakan reflik atau tanggapan JPU atas pembelaan terdakwa dan kuasa hukumnya.

Baca Juga : Terdakwa Penganiayaan Terhadap Komandan Brigade Persis Dituntut 6,5 Tahun Penjara

"Menolak semua pembelaan tim pembela terdakwa, dan tetap pada tuntutan," katanya.

Berdasarkan pantauan, ruang persidangan satu dipenuhi oleh masa dari keluarga besar Persis. Bahkan, usai persidangan Asep Maftuh langsung dibawa oleh anggota kepolisian keluar melewati pintu belakang.

Baca Juga : Terdakwa Penganiaya Komandan Brigade Persis Divonis Hari ini

Sidang yang dipimpin Wasdi Pramana ditunda pekan depan dengan agenda Duplik atau tanggapan dari kuasa hukum terdakwa atas Reflik JPU yang dibacakan jaksa Edi.

Sementara itu di luar sidang, ratusan masa yang tergabung dalam keluarga besar Persis juga menuntut majelis hakim memberikan hukuman yang seberat-beratnya terhadap Asep Maftuh.

Baca Juga : Ustadz Tatan Ahmad Santana: Jaksa Agung (HM Prasetyo) Jangan Ngirim Jaksa Ecek-ecek

Asep didakwa pasal 340 dan 351 ayat 1 KUHPidana. Namun, dalam tuntutanya JPU menjerat terdakwa dengan pasal 351, dan menuntutnya hukuman 6,5 tahun penjara.

Berdasarkan pantauan, aksi yang dilakukan keluarga besar Persis berlangsung damai di depan halaman PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (9/8/2018).

"Kami minta putusan seadil-adilnya. Karena nyawa sudah melayang. Minta hukuman seumur hidup bagi terdakwa," kata Tatan dalam orasinya.

Jika majelis tidak menghukum terdakwa dengan hukuman berat, massa pun mengancam akan melakukan aksi besar-besaran di Pengadilan Bandung.
Hingga kini massa dari keluarga besar Persis masih melakukan orasi di depan PN Bandung. Aksi dilakukan secara damai.

Baca Lainnya