Kamis, 1 Februari 2018 19:19

Perempuan Hamil jadi Tersangka Curas, ini Perannya

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Empat Tersangka Curas diamankan di Mapolres Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud Kota Cimahi, Kamis (1/2/2018).
Empat Tersangka Curas diamankan di Mapolres Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud Kota Cimahi, Kamis (1/2/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id – Yayu Nurazizah terancam hukuman seumur hidup karena melanggar Pasal 365 dan Pasal 339 KUHP. Perempuan yang tengah hamil tujuh bulan itu ditetakan sebagai tersangka Pencurian dengan Kekerasan (Curas).

Ia, bersama tersangka lainnya yakni Nasrizal alias Kiki, Irpan Ohorela alias Hasbi alias Putra Waka alias Ipan, serta Agus alias Kutuk yang tewas beserta Winarni alias Wiwi diamankan Satreskrim Polres Cimahi di wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, Garut serta di Jakarta.

Sementara dua orang pelaku sedang dalam pengejaran dan ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yaitu Hasan dan Egi.

Salah satu aksi kejahatan yang dilakukan komplotan itu ketika merampok toko bangunan di Cililin, Bandung Barat tahun 2017, dengan menewaskan pembantu rumah tangga karena dibekap pakai lakban.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan, komplotan tersebut melakukan aksi kejahatan dengan berbagai modus operandi dan sasaran. "Pencurian brankas perusahaan, kendaraan roda empat dan roda dua, pembobolan ATM, hingga perampokan emas perhiasan di Cililin yang menyebabkan pembantu rumah tangga tewas akibat dibekap lakban," ujarnya di hadapan wartawan di Mapolres Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud Kota Cimahi, Kamis (1/2/2018).

Masing-masing pelaku memiliki peran dalam tiap aksi kejahatan, termasuk pelaku perempuan. "Perempuan ini ada yang mencarikan tempat persembunyian (Safe House) dan menyimpan barang bukti, mengamati cara kerja brankas, hingga menjadi pengendara pengganti setelah barang berhasil dipetik," imbuhnya.

Tak hanya perampokan di Cililin, aksi mereka lainnya diantaranya pembobolan mesin ATM di Pharmindo tahun 2014 dengan kerugian Rp 400 juta, ATM di tempat wisata Kampung Gajah namun jumlah uangnya belum terbongkar tahun 2017, brankas pabrik Torabika Padalarang pada Juni 2017 dengan kerugian Rp 175 juta, pencurian kendaraan roda dua Yamaha Vixion Januari 2018 senilai Rp 18 juta, brankas PT Kwan Dook tahun 2017 kerugian Rp 200 juta, brankas di rumah kosong Setraduta tahun 2017 dengan kerugian Rp 400 juta, dan pembobolan brankas Yayasan Islam Tanimulya tahun 2015 dengan kerugian Rp 200 juta.

"Kejahatan mereka tak hanya di wilayah hukum Polres Cimahi tapi juga sampai Jawa Tengah," ujarnya.