Kamis, 27 September 2018 19:36

Peragakan 28 Adegan, Empat Tersangka Diteriaki 'Nyawa Dibayar Nyawa'

Reporter : Fery Bangkit 
Proses reka ulang atau rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Angga Lesmana, seorang pengamen berusia 25 tahun di SPBU Ciburuy, Jalan Ciburuy, Kamis (27/9/2018).
Proses reka ulang atau rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan Muhammad Angga Lesmana, seorang pengamen berusia 25 tahun di SPBU Ciburuy, Jalan Ciburuy, Kamis (27/9/2018). [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Jajaran kepolisian menggelar reka ulang atau rekonstruksi penganiayaan hingga tewasnya Muhammad Angga Lesmana (25), Kamis (37/9/2018).

Rekontruksi digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) digelar di SPBU Ciburuy, Jalan Raya Ciburuy, Bandung Barat. Tercatat ada 28 adegan yang diperagakan keempat tersangka.

Baca Juga : Gambaran Sementara Rekonstruksi Pembunuhan Pengamen:Sempat Terjadi Cekcok

Yakni Indra Irianto alias Jabir (30), Wahyu Dilar alias Dilar (21), Mulyana alias Ule (18), dan Raden Dendi Febriansyah alias BF (25).

Rekonstruksi yang dilakukan Sat Reskrim Polres Cimahi dan Polsek Padalarang dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Padalarang AKP Kustiawan. Proses rekonstruksi dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan pantauan, SPBU yang jadi lokasi rekonstruksi dipadati warga dan keluarga korban yang ingin menyaksikan jalannya rekonstruksi dan melihat langsung para tersangka. Saking banyaknya, polisi pun memasang garis polisi.

Selain dipadati warga, proses rekonstruksi juga menyebabkan arus lalu lintas dari Padalarang menuju Cipatat padat merayap. Bahkan ujung antrean kendaraan sampai di pintu gerbang Kota Baru Parahyangan.

Selama proses rekonstruksi, cemoohan dan sorakan dilontarkan warga dan keluarga korban kepada para tersangka. Terutama kepada tersangka Jabir yang melakukan penusukan dan pembacokan dengan sebilah samurai terhadap korban.

"Dasar preman kelas teri. Wanina (beraninya) keroyokan, kalau ngaku preman satu lawan satu. Nyawa dibayar nyawa," teriak salah seorang ibu yang ditimpali dengan sorakan warga lainnya.

Kanit Reskrim Polsek Padalarang AKP Kustiawan mengatakan, proses rekonstruksi dilakukan sebagai tahapan proses penyidikan, dan untuk menyesuaikan apa yang tertuang dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) sebelum disidangkan.

"Totalnya 28 adegan, Alhamdulillah semua lancar dan sesuai dengan BAP, " katanya usai rekonstruksi.

Disinggung soal motif terjadinya penganiayaan yang menewaskan korban, Kustiawan mengaku lantaran korban menolak ajakan pelaku yang meminta korban mengambil gitar untuk nongkrong di depan.

"Jadi pelaku ini tersinggung, dan mudah emosional. Korban menolak karena saat itu sedang dengan ceweknya," ujarnya.

Kemudian korban pun dikejar oleh tersangka hingga sampai ke depan SPBU, dan penganiyaan pun dilakukan hingga korban meregang nyawa di lokasi kejadian akibat luka bacok dan tusuk.

Baca Lainnya