Sabtu, 23 September 2017 2:26

Pengedar Tramadol Ditangkap Polisi

Barang Bukti Tramadol yang diamankan petugas Polda Jabar
Barang Bukti Tramadol yang diamankan petugas Polda Jabar [limawaktu dok]

Limawaktu.id, - Jajaran Polda Jabar berhasil mengagalkan peredaran penyalahgunaan Sediaan farmasi berupa obat Tramadol HCL dari salah satu tersangka yakni FF (23) di Jalan Kapten Naseh No.16 RT O5 RW 01 Kel. Panglayungan Kec.Cipedes Kota Tasikmalaya, Kamis (21/9).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, penangkapan bermula dari penyeledikan sejak Rabu (20/9).Mendapat informasi dari Dir V Mabes Polri diteruskan ke Dir Narkoba Polda Jabar selanjutnya diteruskan ke Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, tentang diduga akan adanya pengiriman paket melalui jasa expedisi JNE dari Kota Makasar.

Penerima paket tersebut berinisal FF warga Jalan Kapten Naseh Kota Tasikmalaya, dan kiriman paket tersebut diduga berisikan obat Tramadol. Sehingga, kata Yusri, petugas lansung berkoordinasi dengan JNE Kota Tasikmalaya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan data dari JNE didapat informasi bahwa benar ada pengiriman paket dari makasar untuk penerima FF, sehingga petugas langsung melakukan penyelidikan ke alamat tersebut," kata Yusri saat memerikan keterangannya di Mapolda Jabar, Jumat (22/9).

Yusri pun mengungkapkan, petugas langsung menggeledah kediaman FF dan dilihat seseorang sesuai dengan ciri ciri lalu ketika ditanya mengaku bernama FF, selanjutnya dilakukan penggeledahan badan/pakaian/rumah dan tempat tertentu lainnya.

"Kami melihat ditangan tersangka memegang paket yang belum dibuka lalu dilakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut dan didalamnya berisikan 500 butir kemasan strip obat/pil Tramadol Hcl 50 mg dan diakui sebagai miliknya yang didapat dengan cara membeli online dari P warga Jakarta seharga Rp.700.000, saat itu juga tersangka dan barang bukti diamankan guna pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut," ungkapnya.

"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 196 dan atau 198 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan," pungkasnya. (lie)