Senin, 29 Januari 2018 21:29

Penganiaya KH Umar Basri Pernah Dirawat di RSJ Cisarua

Ditulis Oleh Yulie Kusnawati
 dr Leony yang didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto memberikan hasil pemeriksaan kejiwaan tersangka penganiaya KH Umar Basri.
dr Leony yang didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto memberikan hasil pemeriksaan kejiwaan tersangka penganiaya KH Umar Basri. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Ketua Komite Medik Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung dr Leony Widjaja mengatakan, tersangka penganiayaan KH Umar Basri A (50), mengalami gangguan kejiwaan, hal tersebut diketahui setelah tim dokter melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

"Namun, berdasarkan riwayat yang bersangkutan tidak menjalani pengobatan secara teratur," kata Leony yang didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, Senin (29/1) sore.

Leony yang juga spesialis kedokteran jiwa menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan selama dua hari sejak yang bersangkutan ditangkap polisi, tersangka kurang koorperatif terhadap pemeriksa, dan masih sering berhalusinasi, yang bersangkutan masih tidak dapat membedakan dunia nyata maupun khayalan.

"Kesimpulan sementara dari tim yang menangani, tersangka adalah seorang penderita gangguan jiwa berat dan hipertensi. Maka itu, yang bersangkutan mesti rawat inap untuk observasi selama 14 hari. Selain itu, Dari keterangan keluarga, A punya gangguan jiwa berat sejak 15 tahun lalu, dan A pun ternyata sempat dirawat di RS jiwa di Cisarua selama 29 hari dari mulai 29 Juni hingga 24 Juli 2017," terangnya.

Sementara itu, dokter yang pernah menangani tersangka saat dirawat di rumah sakit jiwa di Cisarua, dr Leni menambahkan, ketika itu pasien datang melalui Instalasi Gawat Darurat. Dan, senada dengan Leony, A harus menjalani perawatan hampir satu bulan lamanya. "Pasien pulang dengan perbaikan dan harus rawat jalan. Namun, kami tidak tahu apakah pasien masih sering kontrol," pungkasnya. (lie)