Selasa, 28 Agustus 2018 12:34

Pemeran Utama Video Porno Anak Divonis 3 Tahun Penjara

Reporter : Fery Bangkit 
M Faisal Akbar saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (28/8/2018).
M Faisal Akbar saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (28/8/2018). [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Terdakwa pemeran wanita dalam Video Porno anak dibawah umur, Intan divonis majelis hakim hukuman penjara tiga tahun.

Vonis lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung, yakni lima tahun penjara.

Baca Juga : Aktor Utama Pembuat Video Porno Anak dengan Wanita Dewasa Terancam Bui 20 Tahun

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus pembuatan dan penyebaran video porno anak di Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (27/8/2018).

Selain Intan, tiga terdakwa lainnya juga divonis hukuman yang sama. Mereka, yakni Susanti ibu dari anak di bawah umur inisial D, Herni ibu dari anak di bawah umur SP, dan Ismi sebagai penghubung antara si anak di bawah umur dengan pemeran.

Baca Juga : Aktor Utama Pembuatan Video Porno Anak Dibawah Umur Terancam Denda dan Kurungan Tujuh Tahun

"Menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun, dikurangi masa penahanan," kata Ketua Majelis Sunanto dalam amar putusannya.

Sebelumnya, dalam berkas terpisah ketua Majelis Waspin Simbolon memvonis otak pelaku pembuat dan Penyebar Video porno anak M Faisal Akbar hukuman penjara selama tujuh tahun, denda Rp 250 juta, subsider kurungan enam bulan.

Baca Juga : Otak Pembuat Video Porno Anak Dibawah Umur Divonis 7 Tahun Penjara

Faisal terbukti bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 82 Undang-undang Nomor 35/2014 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 Undang-undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dan pasal 29 Undang-undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Atas putusan tersebut, Faisal dan kuasa hukumnya mengambil sikap pikir-pikir, begitu juga tim JPU Kejari Bandung. Sementara empat terdakwa perempuan menerima putusan yang diberikan majelis.

Kasus tersebut berawaldari pertemanan Faisal dengan komunitas Rusia di Facebook bernama VIKA. Berawal dari mengirimkan foto porno berupa editan antara seorang anak dan perempuan dewasa pada akhir bulan April, Faisal pun mendapatkan pujian dari komunitas tersebut.

Setelah mengirimkan foto dan mendapat komentar positif, terdakwa Faisal mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang.

‎Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan anak laki-laki kepada Cici dan Ismi. Mereka kemudian membuat video tersebut di bulan Mei dan Agustus 2017 lalu di dua hotel di Kota Bandung. Setelah video itu jadi, tersangka Faisal mengirimkan video itu kepada R (orang Kanada) melalui media sosial telegram. Dia dibayar pertama Rp 6 juta, Rp 8 juta, dan 16 juta. Jadi total semuanya Rp 31 juta.

Baca Lainnya