Selasa, 28 November 2017 21:38

Pelajar Zaman Now yang Doyan Tawuran

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Sejumlah pelajar yang berhasil diamankan polisi.
Sejumlah pelajar yang berhasil diamankan polisi. [Limawaktu]

Limawaktu.id, – Sekitar delapan siswa SMP 4 Padalarang dilaporkan melakukan penyerangan terhadap siswa MTs Nurul Falah Kota Cimahi, Selasa (28/11/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Delapan siswa tersebut dibantu enam rekannya yang tak bersekolah.

Andi Aril, salah seorang siswa kelas 7 dari MTs Nurul Falah menuturkan, ia saat itu sedang berjalan pulang dengan teman-temannya. Di tengah perjalanan pulang, mereka diserbu oleh gerombolan pelajar dari sekolah lain.

Karena takut, ia dan teman-temannya yang diperkirakan sebanyak 10 orang spontan berlari. Andi yang saat itu berada paling belakang harus terkena sabetan benda tumpul sehingga mengalami memar di kaki kananya.

"Saya lari bareng teman-teman, tapi ketangkep. Kaki saya dipukul sama besi, terus uang saya juga habis diambil, untung ada warga yang nolongin," ujarnya sambil terisak saat ditemui di Mapolsek Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Selasa (28/11/2017).

Para pelajar yang melakukan penyerangan kemudian lari berpencar setelah diteriaki oleh warga. Beruntung, semuanya berhasil diamankan setelah warga sekitar dibantu para pengendara mengejar para pelajar tersebut.

Bilal Ramadhan, seorang pelajar dari SMP Negeri 4 Padalarang yang diduga melakukan penyerangan, mengaku jika mereka tidak bermaksud melakukan penyerangan terhadap siswa MTs Nurul Falah.

Sejumlah pelajar yang berhasil diamankan polisi. [Limawaktu]

Dirinya berdalih jika penyerangan tersebut lantaran pelajar dari MTs Nurul Falah melakukan pemukulan dan pemalakan terhadap rekannya.

"Saya hanya membela teman. Soalnya teman saya tiba-tiba dipukul dan uangnya diambil sama anak dari sekolah lain. Soalnya kami mau main ke Kawah Putih, senjata ini dikasih di perjalanan sama anak STM, buat jaga-jaga," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cimahi, Kompol Rukun Iman, menyebutkan jika motif para pelajar dari Padalarang datang ke Kota Cimahi, selain akan menuju ke Kawah Putih, juga memang akan menyerang siswa daru SMP lain.

Hal tersebut berdasarkan penuturan dari anak lain yang saat ini sudah tidak bersekolah. Rencana penyerangan terhadap siswa dari salah satu SMP di Kota Cimahi setelah terjadi percekcokan di media sosial.

"Mereka mengaku ada adu argumen di medsos, dan anak-anak ini ditantang untuk datang ke Cimahi dan melakukan tawuran. Jadi kedatangan mereka kesini sudah direncanakan, makanya membawa senjata tajam," ungkapnya.

Terkait siswa dari MTs Nurul Falah yang menjadi korban, Rukun Iman menduga jika pelajar tersebut merupakan korban salah sasaran dari para pelajar lainnya.

"Itu kemungkinan salah sasaran. Karena mereka tidak tahu lokasi sekolah yang menantang mereka, akhirnya mereka menyerang siswa daru sekolah lain yang kebetulan melintas di hadapan mereka," bebernya.

Saat ini para pelajar tersebut sedang diberikan pembinaan dan dilakukan pendataan. Pihak kepolisian juga sudah menghubungi orangtua dan pihak sekolah yang bersangkutan.

"Sudah kita hubungi pihak keluarga dan sekolah. Untuk sementara mereka akan kita amankan di Mapolsek. Kami mengimbau pihak sekolah dan orangtua melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi," tandasnya. (kit)*

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Hadduuuh

28 November 2017 15:45 Balas